Albania Membuka Kembali Pangkalan Udara Era Soviet Khusus untuk NATO



KONTAN.CO.ID - Albania memutuskan untuk membuka kembali pangkalan udara lawas era Soviet agar bisa digunakan oleh NATO. Keputusan ini diambil di tengah meningkatkan ancaman dari Rusia.

Perdana Menteri Albania, Edi Rama, pada hari Senin (4/3) mengatakan bahwa NATO telah menghabiskan lebih dari €50 juta untuk menghidupkan kembali Pangkalan Udara Kucova.

Baca Juga: Zelenskyy Kembali Meminta Bantuan Senjata, Kali Ini di Hadapan Negara Balkan


"Ini adalah pangkalan yang akan menambah elemen keamanan lain bagi wilayah Balkan Barat kita yang kita ketahui bersama bahwa wilayah tersebut terancam oleh ancaman dan ambisi neo-imperalis Federasi Rusia," kata Rama dalam upacara pembukaan pangkalan udara tersebut, dikutip Reuters.

Dalam acara pembukaannya, dua jet tempur Eurofighter Typhoon yang terbang dari Pangkalan Udara Aviano NATO di Italia mendarat di Kucova. 

Pangkalan Udara Kucova terletak di kota kecil Kucova yang dulu dikenal sebagai Kota Stalin. Di masa lalu, selalu ada jet temput MIG buatan Soviet dan China yang bersiaga di pangkalan tersebut  untuk menerima perintah jika terjadi perang dengan Barat.

Baca Juga: Konflik Rusia-NATO Berpotensi Pecah Jika Dukungan Militer ke Ukraina Terus Datang

Saat itu, negara yang kemungkinan menjadi target adalah Austria, Jerman, Italia dan Denmark.

Kehadiran kekuatan udara NATO dianggap sangat penting karena Albania tidak memiliki jet tempur sendiri. Albania telah menjadi anggota NATO sejak tahun 2009 dan cukup bergantung pada kekuatan militer aliansi tersebut.

Wilayah udara Albania, yang berbatasan dengan Yunani di selatan dan Montenegro di utara, dilindungi oleh Italia dan Yunani.

Albania dikabarkan sedang melakukan pembicaraan dengan NATO untuk membangun pangkalan angkatan laut di Porto Romano di pantai Adriatik.