KONTAN.CO.ID - Raksasa teknologi Meta Platforms Inc. tengah menghadapi dinamika internal yang cukup pelik. Laporan terbaru mengenai struktur pelaporan perusahaan mengungkap adanya gesekan antara CEO Meta, Mark Zuckerberg, dengan karyawan bergaji tertingginya, Alexandr Wang. Ketegangan ini muncul di tengah ambisi besar Meta memenangkan perlombaan kecerdasan buatan (AI) yang bernilai miliaran dolar. Alexandr Wang, yang berusia 28 tahun yang direkrut Zuckerberg melalui akuisisi senilai US$14 miliar atau setara Rp235,9 triliun (kurs Rp16.857), dikabarkan merasa tertekan dengan gaya manajemen Zuckerberg.
Benturan Strategi dan Budaya Kerja
Ketegangan ini dilaporkan memuncak dalam sebuah pertemuan krusial musim gugur tahun lalu. Tim TBD Lab yang dipimpin Wang terlibat perselisihan strategi dengan dua eksekutif senior Meta, Chris Cox dan Andrew Bosworth. Fokus utama perdebatan adalah mengenai prioritas pelatihan model AI terbaru Meta. Cox dan Bosworth menginginkan model AI milik Wang dilatih menggunakan data dari Instagram dan Facebook guna memperkuat bisnis periklanan inti perusahaan. Namun, Wang menolak keras usulan tersebut. Ia berpendapat bahwa fokus utama saat ini haruslah mengejar kapabilitas model milik OpenAI dan Google. Wang khawatir penyesuaian untuk tugas produk tertentu justru akan memperlambat kemajuan teknologi dasarnya. Situasi ini menciptakan dikotomi "kami vs mereka" di internal perusahaan. Peneliti di bawah Wang cenderung memandang tim lama Meta hanya sebagai manajer produk yang terjebak di era media sosial. Kelompok ini lebih tertarik mengejar superintelligence, sementara divisi lain tetap fokus pada optimasi feed dan iklan.Hengkangnya Ilmuwan Senior dan Isu Anggaran
Dinamika internal semakin memanas setelah ilmuwan AI dan pemenang Turing Award, Yann LeCun, memutuskan untuk mengundurkan diri pada November lalu. LeCun enggan melapor langsung kepada Wang, yang latar belakang profesionalnya dinilai lebih banyak berfokus pada pelabelan data dibandingkan riset AI tingkat lanjut. Selain masalah personel, beredar rumor mengenai pergeseran anggaran besar-besaran di dalam Meta. Beberapa staf mempertanyakan kemungkinan adanya pengalihan dana sebesar US$2 miliar atau sekitar Rp33,714 triliun dari anggaran Reality Labs milik Bosworth ke tim Wang. Meski juru bicara Meta telah membantah angka tersebut, spekulasi mengenai prioritas pendanaan terus berlanjut di kalangan karyawan. Tonton: Yayasan Milik Bill Gates Tunjuk Sri Mulyani Jadi Dewan PengurusRestrukturisasi Meta Compute
Menanggapi berbagai kendala tersebut, Zuckerberg baru-baru ini mengumumkan pembentukan Meta Compute, sebuah inisiatif tingkat atas yang melapor langsung kepadanya. Langkah ini mencakup penempatan beberapa nama kunci dalam struktur komando baru:- Santosh Janardhan dan Daniel Gross: Bertanggung jawab memimpin infrastruktur teknis.
- Dina Powell McCormick: Menangani hubungan dengan pemerintah.
- Sentralisasi Keputusan: Kebijakan infrastruktur kini ditarik ke level atas, tepat di atas posisi Wang.