KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelola jaringan minimarket Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang semester I-2026. Berdasarkan laporan keuangannya per semester I-2026, laba bersih perusahaan tercatat Rp 2,02 triliun. Perolehan itu naik 7,5% secara tahunan (year on year/yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,88 triliun. Sejalan dengan kenaikan laba, laba per saham (EPS) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik menjadi Rp49,23 per saham, dibandingkan Rp45,37 per saham pada semester I-2025.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan pada Kamis (6/8), Ini Proyeksi Analis Kenaikan laba ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan neto yang mencapai Rp 67,96 triliun, naik 6,49% dari Rp 63,81 triliun pada semester I-2025. Sementara itu, beban pokok pendapatan turut naik menjadi Rp 52,80 triliun dari sebelumnya Rp 49,83 triliun. Dengan demikian, laba bruto perseroan tercatat sebesar Rp15,15 triliun, meningkat dari Rp13,99 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Secara rinci pendapatan dari segmen makanan tercatat Rp 48,58 triliun dan segmen bukan makanan mencapai Rp 19,37 triliun. Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mengatakan pertumbuhan pendapatan dan laba sejalan dengan target manajemen
high single digit. Pendorong utama berasal dari, ekspansi gerai agresif, kontribusi Alfagift yang meningkatkan
basket size dan frekuensi kunjungan, serta
downtrading konsumen dari supermarket ke minimarket yang menguntungkan AMRT di tengah tekanan daya beli. "Kinerja ini sejalan dengan ekspektasi analis meski margin bersih masih tipis di kisaran 2,7%-2,8% seiring biaya ekspansi distribution center," kata Abida kepada Kontan, Rabu (5/8/2026). Secara terpisah, Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama menyampaikan kinerja AMRT masih tergolong solid dan secara umum sesuai dengan ekspektasi pasar. Pertumbuhan pendapatan didorong oleh konsumsi rumah tangga yang relatif resilien, ekspansi jumlah gerai yang masih berlanjut, serta pertumbuhan
same-store sales (SSSG) yang tetap positif. "Di sisi lain, laba bersih mampu tumbuh sedikit lebih tinggi dibanding pendapatan karena perusahaan masih mampu menjaga efisiensi operasional, memperbaiki bauran produk (
product mix), serta memanfaatkan skala ekonomi sehingga tekanan biaya dapat dikelola dengan baik," ucap Elandry.
Prospek Kinerja AMRT di Semester II-2026 Elandry menerangkan prospek AMRT pada semester II-2026 masih cukup positif, meskipun laju pertumbuhan berpotensi lebih moderat dibanding semester pertama tahun ini. Pendorong utama tetap berasal dari ekspansi gerai baru, peningkatan trafik pelanggan, serta potensi konsumsi musiman menjelang akhir tahun. Selain itu, apabila daya beli masyarakat terus membaik, maka penjualan produk kebutuhan sehari-hari diperkirakan tetap bertumbuh. Di sisi risiko, perusahaan tetap menghadapi tantangan berupa persaingan harga yang semakin ketat di industri ritel modern, potensi kenaikan biaya operasional seperti upah dan logistik, serta tekanan terhadap daya beli apabila kondisi ekonomi belum pulih sepenuhnya. Faktor-faktor tersebut dapat membatasi ekspansi margin meskipun pertumbuhan penjualan masih terjaga. "Menurut kami, posisi kompetitif AMRT masih sangat kuat. Perseroan memiliki jaringan gerai yang luas, distribusi yang efisien, serta merek yang sudah memiliki
brand awareness tinggi di berbagai wilayah Indonesia. Keunggulan skala usaha tersebut membuat AMRT relatif lebih mampu mempertahankan pangsa pasar dibanding sebagian besar pesaing," tambah Elandry. Elandry juga berpendapat dalam jangka menengah, prospek AMRT tetap didukung oleh karakter bisnis yang defensif dan masih besarnya potensi pertumbuhan ritel modern di Indonesia.
Senada, Abida berpandangan prospek AMRT tetap solid didukung normalisasi daya beli, momentum Natal dan Tahun Baru yang secara historis mendorong pertumbuhan double digit di kuartal IV-2026, serta gerai baru yang mulai memasuki fase utilisasi optimal. Dari sisi rekomendasi saham, Abida menyarankan
buy saham AMRT di target harga Rp 1.600 per saham.
Baca Juga: Alakasa Industrindo (ALKA) dan Asia Sejahtera Mina (AGAR) Masuk Daftar HSC BEI Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News