Alfamart fokus menggarap e-commerce di Jawa



JAKARTA. Meski sudah meluncurkan Alfaonline sejak 18 Februari 2013, rupanya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk belum mampu menangguk kontribusi ciamik dari jaringan pemasaran e-commerce ini. Meski begitu, Sumber Alfaria tak kurang optimistis dengan prospek Alfaonline.

Pasalnya perusahaan berkode AMRT di Bursa Efek Indonesia ini meyakini prospek bisnis e-commerce cerah di masa yang akan datang. Beberapa katalis positif bagi bisnis e-commerce seperti, pertama, petumbuhan minimarket jauh lebih besar ketimbang hypermarket atau jenis pasar modern lain.

Kedua, pertumbuhan perumahan padat penduduk tak diimbangi dengan laju trafik yang memadai. Hal ini menyebabkan orang semakin malas membeli barang kebutuhan hariannya di ritel wholeseller.


Ketiga, pendapatan per kapita masyarakat meningkat. Hal ini dibarengi dengan tingkat kesibukan masyarakat sehingga mereka mulai banyak beralih ke model belanja "click and pay" ala dunia maya.

Keempat, "E-commerce di Indonesia pada saat ini berpusat pada fesyen dan beauty and leasure living yakni cheaper restaurant and traveling cost tapi belum banyak untuk pasar groceries (bahan makanan)," beber Hilda Dhamayanti, E-commerce Manager Sumber Alfaria Trijaya kepada KONTAN,(14/7).

Sejak menggelar lapak di dunia maya tahun lalu, Sumber Alfaria mengklaim telah mendekap 20.000 pelanggan. Rata-rata pembelanjaan tiap konsumen di Alfaonline sekitar Rp 75.000. Sayangnya, Sumber Alfaria tak membeberkan berapa nilai total pembelanjaan ini saban bulannya.

Target kontribusi 1%

Yang pasti, perusahaan ini tak mematok target muluk dari pendapatan Alfaonlie. "Kami harapkan Alfaonline bisa menyumbang 1% ke pendapatan tahun ini. Itu jumlahnya masih kecil karena baru sedikit infrastrukturnya," tutur Hilda tanpa menyebutkan target yang dimaksud.

Hingga Juli ini, Sumber Alfaria mengaku telah mengoperasikan Alfaonline di 12 kota seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) serta Bandung, Klaten, Sidoarjo, Semarang, dan Yogyakarta. Sampai pungkasan 2014 nanti, perusahaan ini masih akan fokus menggarap pasar di Jawa. Sementara bidikan pasar tak berubah, yakni segmen pasangan suami-isteri muda.

Mengenai pembayaran, Sumber Alfaria menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri (ClickPay), BCA (KlikPay), PT Telkomunikasi Seluler (T-Cash), PT XL Axiata Tbk (XL Tunai) dan penyedia pembayaran online DOKU Wallet.

Demi memikat lebih banyak pelanggan, tak lupa Sumber Alfaria berstrategi. Caranya, perusahaan ini juga akan memenuhi lapaknya dengan produk non bahan makanan. "Harapan kami dengan pengadaan produk-produk yang variatif maka jumlah transaksi Alfaonline terus meningkat," kata Hilda tanpa menyebutkan incaran target pertambahan pelanggan tahun ini.

Sebagai informasi, tahun lalu pendapatan Sumber Alfaria Rp 34,89 triliun. Dari pendapatan itu, kontribusi penjualan bahan makanan menyumbang Rp 24,6 triliun, atau setara dengan kontribusi 70,51%. Sisanya barulah pendapatan dari penjualan non bahan makanan.

Sekadar informasi, hingga kuartal II-2014, Sumber Alfaria memiliki 8.557 gerai Alfamart, 611 gerai Alfa Midi, 69 gerai Alfa Ekspress dan 61 gerai Lawson. Sementara gerai Dan+Dan yang dikelola anak perusahaannya, PT Sumber Indah Lestari berjumlah 31 gerai. Kontribusi terbesar pendapatan Sumber Alfaria masih dari Alfamart (85%,) lantas disusulĀ  kontribusi Alfa Midi (8%-10%). Sisanya barulah dari gerai lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anastasia Lilin Yuliantina