Alfamart menaikkan harga jual produk di gerainya



JAKARTA. Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai berimbas pada sektor ritel. Tengok s aja, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk akhirnya memilih untuk menaikkan harga jual produk di gerainya.

Menurut pemaparan Solihin, Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, dalam rilisnya, Selasa (2/12), bahwa kenaikan harga jual ini karena Alfamart juga terkena imbas kenaikan harga beli produk dari pemasok.

Alhasil, kenaikan harga jual di gerai tidak dapat dihindari. “Untuk itu kami akan optimalisasi margin dengan produk mix,” katanya.


Upaya ini dilakukan agar dapat memberikan harga yang terjangkau bagi konsumen. “Dampak kenaikan ini nggak dirasakan secara langsung oleh konsumen,” kata Solihin.

Pasalnya masih tersedianya stok produk yang cukup sebelum kenaikan BBM itu berlangsung. Selain itu, untuk menyiasati dampak kenaikan BBM, Alfamart juga melakukan beberapa upaya lain seperti evaluasi produktivitas kategori produk dan optimalisasi selling space untuk peningkatan penjualan.

Jelas dampak kenaikan harga jual dan kenaikan harga BBM ini memberikan pengaruh pada menurunnya daya beli masyarakat. “Tapi produk-produk yang ada itu kebutuhan pokok rumah tangga,” dalih Solihin.

Sehingga, hal ini tidak akan berdampak signifikan bagi penjualan Alfamart secara keseluruhan di 9.487 gerai miliknya saat ini.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2014, AMRT membukukan pendapatan Rp 30,52 triliun yang meningkat dari 30 September 2013 sebesar Rp 25,46 triliun.

Sayangnya kenaikan pendapatan ini tidak berjalan bersamaan dengan laba berjalan perusahaan. Pada 30 September 2014 laba periode berjalan AMRT Rp 338 miliar, merosot dari Rp 362 miliar pada 30 September 2013 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto