Alibaba.com Dorong UMKM Indonesia Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar Ekspor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform perdagangan business-to-business (B2B) lintas negara Alibaba.com mendorong pelaku usaha Indonesia memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar internasional.

Pemanfaatan teknologi AI menjadi salah satu bahasan dalam Global Edge Summit 2026 yang digelar Alibaba.com di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Teknologi ini dinilai dapat membantu pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjalankan berbagai aktivitas bisnis sekaligus membuka peluang untuk menjangkau pembeli dari luar negeri.


Baca Juga: Karya Pacific (IATA) Catat Nihil Biaya Eksplorasi per Juli 2026, Ini Rencananya

Head of South and Southeast Asia Business Alibaba.com Roger Luo mengatakan, Indonesia memiliki banyak wirausaha yang berpotensi mengembangkan produk untuk pasar global, mulai dari kerajinan tangan hingga produk manufaktur.

“Indonesia adalah rumah bagi para wirausaha yang ambisius di seluruh negeri. Para pelaku bisnis sedang mengubah keterampilan lokal, keahlian kerajinan tangan, industri manufaktur, dan berbagai ide menjadi produk untuk dunia,” ujar Roger dalam Global Edge Summit 2026, Selasa (13/10/2026).

Menurut Roger, tantangan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis internasional tidak hanya terletak pada kualitas produk.

Mereka juga membutuhkan akses kepada pembeli, pengetahuan, teknologi, serta kepercayaan pasar agar mampu bersaing di tingkat global.

Dalam konteks tersebut, AI berpotensi membantu pelaku usaha menjalankan sejumlah kegiatan operasional, seperti menyusun materi pemasaran, menerjemahkan informasi produk, mengolah data penjualan, hingga mendukung komunikasi dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Baca Juga: Usmile Bantu Kurangi Tampilan Gigi Kekuningan Melalui Koreksi Warna Optik

Namun, manfaat teknologi tersebut terhadap efisiensi maupun penjualan tetap bergantung pada kemampuan pelaku usaha mengintegrasikannya ke dalam proses bisnis.

Roger mengatakan, pemanfaatan AI perlu diarahkan pada kebutuhan nyata pelaku usaha, bukan sebatas penggunaan teknologi untuk mengikuti tren digital.

“Di Alibaba.com, kami ingin membantu bisnis agar lebih terlihat, memiliki permodalan yang lebih kuat, dan lebih siap menghadapi pasar global. Kami percaya bahwa AI tidak hanya sekadar memberikan jawaban, tetapi juga harus membantu bisnis dalam bentuk tindakan nyata,” katanya.

Dalam pengembangan perdagangan lintas negara, Alibaba.com juga menyoroti pemanfaatan agen AI, pemasaran modern, serta konektivitas perdagangan global.

Berbagai teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapabilitas bisnis dan memperluas akses ke pasar internasional.

Roger menambahkan, pengembangan bisnis global membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Baca Juga: Perkuat Layanan Maritim, Pertamina Trans Kontinental Kembangkan Inovasi Digital

Pemerintah berperan membangun fondasi yang mendukung pertumbuhan usaha, organisasi bisnis menghubungkan ekosistem, sedangkan teknologi dapat membuka akses dan peluang baru bagi wirausaha.

“Produk hebat juga membutuhkan pembeli, teknologi, pengetahuan, kepercayaan, serta fondasi yang kuat. Inilah mengapa kolaborasi itu penting: pemerintah membangun fondasi yang lebih kokoh, organisasi bisnis menghubungkan ekosistem, teknologi membuka pintu, dan wirausaha mengubah peluang tersebut menjadi pertumbuhan,” ujarnya.

Ia menilai pelaku usaha Indonesia tidak perlu menunggu peluang dari luar negeri untuk mulai mengembangkan bisnis internasional.

Dengan dukungan teknologi, peningkatan kapabilitas usaha, dan koneksi yang lebih luas, pelaku usaha dapat lebih aktif menjangkau pasar global.

“Global Edge Summit dibangun berdasarkan gagasan sederhana: bisnis Indonesia tidak perlu menunggu peluang global untuk berkembang. Dengan teknologi, kapabilitas, dan koneksi yang lebih luas, mereka dapat merambah pasar luar,” kata Roger.

Baca Juga: Anggota DPR Desak Jaringan Tambang Emas Ilegal Sangihe Dibongkar Usai 3 Warga Tewas

Meski demikian, ia menekankan bahwa teknologi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan dan ambisi manusia.

Menurutnya, kemajuan bisnis tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha memanfaatkannya untuk menciptakan peluang dan pertumbuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News