SINGAPURA. Akhir pekan lalu, aliran dana panas ke negara-negara berkembang (emerging markets) melambat. Investor menunggu kepastian hasil pemilu kongres Amerika Serikat (AS) dan pertemuan Federal Open Market Comittee (FOMC) yang bakal berlangsung pekan ini. Menurut EPFR Global, pekan lalu dana yang mengalir ke bursa saham negara-negara berkembang mencapai US$ 2,68 miliar. Adapun dana yang masuk ke pasar obligasi mencapai US$ 710. Angka ini hanya separuh dari total dana yang masuk ke pasar finansial negara-negara berkembang sepekan sebelumnya yang mencapai US$ 7 miliar. Sebagian investor memilih mencairkan dahulu investasinya sembari menunggu kepastian. Buktinya, akhir pekan lalu jumlah dana tunai yang ditarik dari reksadana pasar uang mencapai US$ 20,2 miliar. "Ini adalah pencairan terbesar dalam 14 pekan terakhir," tulis EPFR Global dalam laporannya, Sabtu (30/10) waktu Boston.
Aliran dana panas ke negara berkembang melambat
SINGAPURA. Akhir pekan lalu, aliran dana panas ke negara-negara berkembang (emerging markets) melambat. Investor menunggu kepastian hasil pemilu kongres Amerika Serikat (AS) dan pertemuan Federal Open Market Comittee (FOMC) yang bakal berlangsung pekan ini. Menurut EPFR Global, pekan lalu dana yang mengalir ke bursa saham negara-negara berkembang mencapai US$ 2,68 miliar. Adapun dana yang masuk ke pasar obligasi mencapai US$ 710. Angka ini hanya separuh dari total dana yang masuk ke pasar finansial negara-negara berkembang sepekan sebelumnya yang mencapai US$ 7 miliar. Sebagian investor memilih mencairkan dahulu investasinya sembari menunggu kepastian. Buktinya, akhir pekan lalu jumlah dana tunai yang ditarik dari reksadana pasar uang mencapai US$ 20,2 miliar. "Ini adalah pencairan terbesar dalam 14 pekan terakhir," tulis EPFR Global dalam laporannya, Sabtu (30/10) waktu Boston.