Alissa Wahid Sambut Tema Haji Ramah Lansia dan Perempuan di 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengusung tema haji 1447 H atau 2026 M, yakni haji ramah lansia dan perempuan.

Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid sekaligus pernah menjadi Anggota Amirul Hajj Perempuan 2023-2024 menyambut hangat terkait tema yang di usung Kemenhaj tersebut.

Dengan tema tersebut Alissa dapat memastikan jamaah lanjut usia tetap dapat berangkat haji dengan sistem yang ramah lansia, yakni seluruh mekanisme disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Penyesuaian itu mencakup jumlah pendamping serta pengaturan keberangkatan bersama keluarga yang memang akan mendampingi.


Baca Juga: Pencalonan Keponakan Presiden Prabowo ke BI, Rupiah Cetak Rekor Terendah

Sejalan dengan tema haji ramah perempuan, Kemenhaj juga turut meningkatkan petugas haji perempuan sebanyak 30%. Jumlah petugas haji perempuan diperbanyak lantaran mayoritas jamaah haji merupakan perempuan. 

“Saya senang sekali ya, karena tahun 2022 waktu saya jadi tim monev (monitoring dan evaluasi) itu jumlah pembimbing ibadahnya sangat sedikit yang perempuan, lalu kemudian jumlah petugas haji perempuannya sangat sedikit,” tutur Alissa kepada awak media, Selasa (20/1/2026).

Sementara itu, Alissa menilai kebutuhan jamaah haji perempuan sangat berbeda dengan jamaah haji laki-laki. Oleh karena itu, ia menilai penambahan jumlah petugas haji perempuan patut terus dilakukan karena agar petugas bisa memahami kebutuhan jamaah perempuan..

Selain itu, ia menekankan bahwa pemerintah juga perlu mempertimbangkan penyediaan fasilitas bagi jamaah perempuan agar benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan kehidupan mereka.

Baca Juga: Pemerintah Terbitkan Global Bond US$ 2,7 Miliar pada Awal Tahun 2026

Ia mencontohkan pengalamannya saat menjadi petugas haji, ketika pihaknya sempat melakukan improvisasi dengan mengatur agar pada jam-jam tertentu sebagian kamar mandi laki-laki juga dapat digunakan oleh jamaah perempuan.

Menurutnya, meskipun jumlah kamar mandi sama, proses penggunaan kamar mandi oleh jamaah perempuan berbeda dengan jamaah laki-laki.

“Jadi mau nggak mau kita harus membuat kebijakan-kebijakan spontan, on the spot di lapangan,” ungkapnya.

Selanjutnya: OJK Bisa Gugat Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Ini Tujuan dan Manfaatnya bagi Konsumen

Menarik Dibaca: Harga Spesial Promo Es Teler 77, Makan Bertiga Cuma Rp 70 Ribuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News