Allianz Life Nilai Produk Unitlink Masih Punya Ruang Pertumbuhan pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) menilai prospek produk unitlink masih memiliki ruang pertumbuhan pada 2026. Director and Country Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia, Gert de Rijke mengatakan 2026 akan menjadi tahun bagi unitlink memasuki fase pemantapan kualitas produk dan pertumbuhan yang lebih sehat pascapenyesuaian terhadap regulasi mengenai PAYDI. 

Adapun regulasi PAYDI atau unitlink tertuang dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 5/SEOJK.05/2022 tentang Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI). Saat ini, Gert mengatakan produk unitlink memberikan transparansi lebih baik dan tata kelola lebih kuat. 

"Dengan demikian, kami percaya hal itu dapat memperkuat kembali minat masyarakat terhadap solusi proteksi jangka panjang yang fleksibel dan disertai dengan manfaat investasi," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (5/2/2026).


Baca Juga: Allianz Life Gandeng AllianzGI Kelola Portofolio Investasi dan Produk Unitlink

Gert menambahkan penyelarasan manfaat produk dengan kebutuhan nyata nasabah juga akan mendukung keberlanjutan perlindungan yang lebih optimal dan membuka ruang pemulihan performa unitlink.

Untuk mendorong kinerja unitlink, Allianz Life menyampaikan akan menerapkan sejumlah strategi. Dia mengatakan perusahaan akan terus memperkuat pendekatan berbasis kebutuhan nasabah, memastikan setiap solusi sesuai dengan tujuan finansial dan profil risiko masing-masing. 

"Selain itu, kami juga memperluas edukasi kepada tenaga pemasar dan nasabah, disertai komunikasi lengkap mengenai manfaat proteksi dan mekanisme investasi. Pengembangan produk yang relevan dan mudah dipahami juga menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan unitlink pada 2026," tuturnya.

Baca Juga: Mayoritas Pendapatan Premi Allianz Life Berasal dari Unitlink per Juni 2025

Lebih lanjut, Gert menerangkan perusahaan juga akan fokus memperkuat kinerja melalui pengembangan yang konsisten di seluruh lini produk pada 2026. Dia bilang strategi tersebut juga didukung oleh peningkatan pengalaman nasabah, serta pemanfaatan teknologi dan data untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan. 

Meskipun demikian, Gert menyebut terdapat sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai pada 2026, seperti dinamika ekonomi dan kondisi pasar. Namun, dia mengatakan dengan penekanan pada perlindungan jangka panjang dan layanan yang makin berkualitas, Allianz Life optimistis dapat menjaga pertumbuhan premi yang berkelanjutan ke depannya.

Sementara itu, Gert menyampaikan kontribusi pendapatan premi Allianz Life dari produk asuransi jiwa unitlink tercatat sebesar 74% dari total premi perusahaan pada 2025. Dia menerangkan hal itu menunjukkan bahwa unitlink tetap diminati. 

Baca Juga: Hadapi 2026, Allianz Andalkan Agen dan Bancassurance

Selanjutnya: Kementerian ESDM Bantah Isu Pemangkasan RKAB Batubara 2026, Persetujuan Belum Terbit

Menarik Dibaca: 4 Manfaat Konsumsi Serat bagi Kesehatan Tubuh yang Luar Biasa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News