Allo Bank (BBHI) Bidik Pertumbuhan Kredit di Atas Industri pada 2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) memasang target pertumbuhan kredit dan pendanaan yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan sepanjang 2026. Strategi ekspansi tersebut akan ditopang oleh penguatan penyaluran kredit, pemanfaatan teknologi, serta penerapan manajemen risiko yang prudent.

Corporate Secretary Allo Bank Stacey Aryadi Suryoputro mengatakan, perseroan melihat prospek penyaluran kredit masih positif di tengah berbagai tantangan dan persaingan industri perbankan.

"Kami cukup optimis untuk tahun 2026 ini karena adanya ekspektasi membaiknya kebutuhan pembiayaan di berbagai sektor serta berbagai program Pemerintah seperti insentif likuiditas serta kondisi suku bunga yang akomodatif," ujar Stacey kepada kontan.co.id.


Hingga 30 Juni 2026, kredit yang disalurkan Allo Bank mencapai Rp9,547 triliun. Angka tersebut tumbuh 28% secara tahunan (yoy), didorong oleh pertumbuhan pada segmen perbankan ritel dan perbankan wholesale.

Baca Juga: BRI Ungkap Penopang Laba Tumbuh 17,5% pada Semester I-2026

Untuk sepanjang tahun ini, Allo Bank menargetkan pertumbuhan kredit dan pendanaan tetap berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan. Namun, Stacey tidak merinci besaran target pertumbuhan kredit perseroan.

"Kami menargetkan pertumbuhan baik untuk kredit maupun pendanaan di atas rata-rata level pertumbuhan industri perbankan sehingga mampu tumbuh positif secara berkelanjutan," jelasnya.

Andalkan Direct Lending

Dalam mengejar target tersebut, Allo Bank masih akan mengandalkan penyaluran kredit secara langsung atau direct lending. Perseroan belum menjadikan channeling dengan perusahaan teknologi finansial (fintech) sebagai strategi utama yang disampaikan untuk 2026.

Stacey mengatakan, Allo Bank akan terus memperluas ekosistem dan kemitraan strategis dengan pendekatan yang adaptif, proaktif, dan inovatif.

Di sisi lain, perseroan akan memperkuat kapabilitas teknologi untuk mendukung pertumbuhan kredit. Salah satunya melalui optimalisasi data analytics dan artificial intelligence (AI).

Menurut Stacey, pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan untuk menghasilkan customer insight yang lebih efektif sekaligus meningkatkan efisiensi manajemen risiko.

 
BBHI Chart by TradingView

"Untuk tahun 2026 ini kami akan fokus pada pengembangan inovasi dan pengalaman nasabah melalui optimalisasi kapabilitas data analytics dan artificial intelligence dalam rangka menghasilkan customer insight yang efektif dan manajemen risiko yang efisien," katanya.

Perkuat Analisis Kredit

Allo Bank juga terus mengembangkan proses credit underwriting yang prudent. Perseroan akan mengoptimalkan berbagai sumber data dalam proses analisis kredit untuk menjaga kualitas penyaluran pembiayaan.

"Tahun ini Bank masih akan mengandalkan direct lending mengingat Bank terus mengembangkan credit underwriting yang prudent dengan mengoptimalkan berbagai macam data," ujar Stacey.

Strategi tersebut, lanjut dia, telah membentuk momentum positif pada sejumlah indikator utama perseroan, terutama dari sisi profitabilitas yang terus berjalan sejak tahun pertama.

Dengan kombinasi ekspansi direct lending, penguatan analisis data dan AI, serta pengembangan ekosistem dan kemitraan strategis, Allo Bank berharap pertumbuhan kredit dan pendanaan dapat terus berada di atas rata-rata industri secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News