KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk memilih mengurangi eksposur pada instrumen surat utang alias obligasi di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan inflasi. Per Februari 2026, aset surat berharga Allo Bank tercatat turun tajam 70,37% secara tahunan menjadi Rp 1,35 triliun. Asal tahu saja, catatan tersebut berbeda dengan tren industri yang justru kepemilikan perbankan pada SBN meningkat dalam setahun terakhir. Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menunjukkan, kepemilikan perbankan pada SBN mencapai Rp 1.384 triliun per 26 Maret 2026 atau setara 20,45% dari total outstanding. Angka ini naik dari Rp 1.121 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Allo Bank Pangkas Kepemilikan SBN, Antisipasi Risiko Global dan Tekanan Inflasi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk memilih mengurangi eksposur pada instrumen surat utang alias obligasi di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan inflasi. Per Februari 2026, aset surat berharga Allo Bank tercatat turun tajam 70,37% secara tahunan menjadi Rp 1,35 triliun. Asal tahu saja, catatan tersebut berbeda dengan tren industri yang justru kepemilikan perbankan pada SBN meningkat dalam setahun terakhir. Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menunjukkan, kepemilikan perbankan pada SBN mencapai Rp 1.384 triliun per 26 Maret 2026 atau setara 20,45% dari total outstanding. Angka ini naik dari Rp 1.121 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.