Allo Bank Pertahankan Bunga Deposito Kendati Suku Bunga Acuan Berangsur Turun



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk masih mempertahankan bunga deposito pada level yang kompetitif meskipun Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan BI Rate telah mengalami penurunan beberapa kali di tahun lalu masing-masing hingga ke level 3,50% dan 4,75%.

Kebijakan tersebut ditempuh sebagai bagian dari strategi pengelolaan likuiditas dan pendanaan bank digital yang masih berada dalam fase ekspansi terukur.

Corporate Secretary Allo Bank, Stacey Aryadi Suryoputro menjelaskan, bahwa penetapan bunga deposito dilakukan melalui evaluasi berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari kondisi likuiditas internal, struktur pendanaan, dinamika industri perbankan, hingga arah kebijakan suku bunga acuan dan penjaminan LPS.


Baca Juga: BI Rate Turun, Bank Digital Mulai Sesuaikan Bunga Simpanan

“Penyesuaian bunga penjaminan LPS memang menjadi salah satu referensi penting. Namun, penurunan bunga deposito tidak serta merta dilakukan secara agresif karena setiap bank memiliki strategi dan kebutuhan likuiditas yang berbeda,” jelas Stacey kepada kontan.co.id, Jumat (23/1/2026).

Di Allo Bank, deposito diposisikan sebagai instrumen strategis dan taktis. Pada fase tertentu, pricing deposito yang kompetitif masih dibutuhkan untuk menjaga stabilitas likuiditas, mengelola profil jatuh tempo dana, serta mendukung pertumbuhan bisnis bank digital.

Saat ini, rata-rata bunga deposito Allo Bank berada di kisaran kompetitif untuk industri bank digital, dengan level tertinggi mencapai sekitar 7,5% untuk tenor dan skema tertentu.

Penetapan bunga tersebut bersifat dinamis dan selektif, disesuaikan dengan tenor, nominal penempatan, serta strategi pengelolaan likuiditas secara keseluruhan.

Baca Juga: Laba Bank Jago (ARTO) Melesat 139,41% yoy pada Agustus 2025

Dari sisi kinerja, Stacey mengatakan, simpanan deposito Allo Bank hingga saat ini masih mencatatkan tren pertumbuhan yang positif dan terkendali.

Meski demikian, perseroan menegaskan bahwa fokus utama bukan hanya pada pertumbuhan volume, melainkan pada kualitas dan keseimbangan struktur pendanaan.

“Target pertumbuhan deposito tahun ini kami tetapkan secara moderat dan terukur, sejalan dengan kebutuhan likuiditas, rencana ekspansi pembiayaan, serta strategi penurunan cost of fund secara bertahap,” ungkap Stacey.

Ke depan, Allo Bank tetap menjaga peran deposito sebagai pelengkap struktur Dana Pihak Ketiga (DPK), sembari mendorong peningkatan dana murah dari tabungan dan aktivitas transaksi di aplikasi Allo Bank.

"Seiring dengan penguatan CASA, peningkatan jumlah nasabah aktif, serta arus dana berbasis transaksi yang semakin solid, perseroan membuka ruang untuk penyesuaian bunga deposito secara bertahap agar lebih efisien dan sejalan dengan kondisi industri," katanya.

Baca Juga: Penyaluran Kredit Krom Bank Tumbuh 130,26% per Agustus 2025

Adapun strategi penghimpunan deposito dilakukan melalui pendekatan yang tidak semata mengandalkan suku bunga.

Allo Bank menerapkan segmentasi dan targeting nasabah yang lebih presisi, khususnya pada segmen ritel affluent dan nasabah eksisting dengan rekam jejak transaksi yang baik.

Selain itu, perseroan mengombinasikan pricing yang kompetitif dengan value proposition berupa kemudahan pembukaan deposito digital, fleksibilitas tenor, serta integrasi dengan produk tabungan dan layanan transaksi dalam ekosistem Allo Bank.

"Dengan strategi tersebut, Allo Bank optimistis dapat menjaga stabilitas simpanan deposito sekaligus meningkatkan efisiensi struktur pendanaan secara berkelanjutan," tandasnya.

Selanjutnya: BSN Perkuat Digitalisasi untuk Garap Pasar Syariah

Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News