Allo Bank Siapkan Strategi Genjot Transaksi QRIS di Tengah Perluasan MDR 0%



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mengatakan, perluasan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0% sebagai momentum untuk memperluas adopsi pembayaran digital. 

Meski berpotensi mengubah pendapatan berbasis transaksi, bank digital ini memilih mengoptimalkan pertumbuhan volume, frekuensi transaksi, dan ekosistem merchant.

Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan, kebijakan MDR QRIS 0% memberikan ruang efisiensi bagi merchant sekaligus berpotensi mendorong penggunaan QRIS dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.


Baca Juga: Bank JTrust (BCIC) Kejar Free Float 15%, Siapkan Pelepasan Saham Pengendali

Dari sisi bisnis, Allo Bank tetap mencermati dampaknya terhadap struktur pendapatan berbasis transaksi, termasuk fee dari aktivitas QRIS dan acquiring. Namun, perseroan melihat bisnis pembayaran secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari besaran fee per transaksi.

“Kami melihat perkembangan bisnis pembayaran secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari besaran fee per transaksi, tetapi juga dari pertumbuhan volume, frekuensi transaksi, perluasan ekosistem merchant, serta peningkatan engagement nasabah,” ujar Destya kepada kontan.co.id, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, ekosistem transaksi yang semakin aktif dapat membuka peluang bagi Allo Bank untuk memperkuat hubungan dengan nasabah sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Destya mengatakan, semakin rendah biaya yang ditanggung merchant berpotensi mendorong peningkatan adopsi dan aktivitas transaksi QRIS. Namun, besarnya dampak terhadap volume transaksi maupun pendapatan akan bergantung pada respons merchant dan konsumen, karakteristik transaksi, serta perkembangan pasar.

Karena itu, Allo Bank tidak menganggap perluasan MDR 0% semata-mata sebagai upaya menggantikan potensi penurunan pendapatan akibat perubahan tarif.

“Kami memandang perluasan MDR 0% sebagai momentum untuk memperluas penggunaan pembayaran digital dan meningkatkan aktivitas transaksi, bukan semata-mata sebagai upaya menggantikan potensi perubahan pendapatan dari sisi tarif,” jelas Destya.

Baca Juga: Paylater Perbankan Kian Subur, Tumbuh 29,1% per Agustus 2026

Dalam jangka panjang, pertumbuhan volume transaksi dan perluasan ekosistem merchant dinilai dapat membuka peluang bisnis yang lebih luas.

Allo Bank pun akan mengevaluasi perkembangan tersebut secara terukur dengan tetap memperhatikan efisiensi operasional dan keberlanjutan model bisnis.

Destya bilang, adopsi QRIS secara industri masih memiliki momentum pertumbuhan yang positif. Berdasarkan data Bank Indonesia, hingga Juni 2026 jumlah pengguna QRIS mencapai 65,77 juta, sedangkan jumlah merchant mencapai 44,86 juta.

Sepanjang semester I 2026, transaksi QRIS tercatat sebanyak 12,55 miliar transaksi, dengan nilai mencapai Rp1,12 kuadriliun atau tumbuh 93,92% secara tahunan (yoy).

Menurut Destya, pertumbuhan tersebut menunjukkan QRIS semakin menjadi bagian dari aktivitas pembayaran masyarakat dan pelaku usaha.

“Kemudahan, kecepatan, serta semakin luasnya penerimaan QRIS menjadi faktor yang mendukung pertumbuhan penggunaannya,” katanya.

Bagi Allo Bank, transaksi digital juga menjadi salah satu elemen penting dalam membangun engagement nasabah. Penggunaan QRIS tidak hanya ditujukan untuk memberikan kemudahan pembayaran, tetapi juga membuat layanan Allo Bank semakin relevan dengan kebutuhan finansial sehari-hari.

Baca Juga: BNP Paribas AM Rampungkan Merger dengan AXA IM Select Indonesia

Hingga akhir 2026, Allo Bank menyebut peluang pertumbuhan transaksi QRIS masih terbuka. Namun, perseroan tidak menetapkan pertumbuhan semata berdasarkan volume, melainkan mengutamakan kualitas aktivitas transaksi.

Strategi yang disiapkan mencakup peningkatan penggunaan QRIS dalam aktivitas sehari-hari nasabah, pengembangan kerja sama dengan merchant dan mitra strategis, serta pemanfaatan ekosistem Allo Bank untuk menciptakan pengalaman transaksi yang lebih mudah dan relevan.

Allo Bank juga akan mengintegrasikan aktivitas transaksi dengan layanan finansial lainnya, seperti tabungan dan produk pembiayaan.

Dengan strategi tersebut, QRIS diharapkan tidak hanya menjadi kanal pembayaran, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk meningkatkan engagement, loyalitas, dan nilai hubungan nasabah dalam jangka panjang.

“Pada akhirnya, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis transaksi digital Allo Bank berjalan sejalan dengan arah pengembangan sistem pembayaran nasional, sekaligus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi nasabah, merchant, dan bisnis bank,” pungkas Destya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News