KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk mewaspadai potensi kenaikan kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) pasca Lebaran 2026, terutama di segmen konsumsi. Tekanan inflasi dan kenaikan harga energi dinilai menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi kemampuan bayar debitur. Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank Ganda Raharja mengungkapkan, potensi kenaikan NPL tahun ini dipicu oleh meningkatnya harga kebutuhan pokok sejak akhir 2025 serta lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. “Bank mengantisipasi potensi kenaikan kredit macet pasca Lebaran, terutama akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan harga minyak dunia yang berpotensi memengaruhi harga BBM di Indonesia,” ujar Ganda kepada kontan.co.id, Senin (6/4).
Allo Bank Waspadai Kenaikan NPL Usai Lebaran
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk mewaspadai potensi kenaikan kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) pasca Lebaran 2026, terutama di segmen konsumsi. Tekanan inflasi dan kenaikan harga energi dinilai menjadi faktor utama yang dapat memengaruhi kemampuan bayar debitur. Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank Ganda Raharja mengungkapkan, potensi kenaikan NPL tahun ini dipicu oleh meningkatnya harga kebutuhan pokok sejak akhir 2025 serta lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. “Bank mengantisipasi potensi kenaikan kredit macet pasca Lebaran, terutama akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan harga minyak dunia yang berpotensi memengaruhi harga BBM di Indonesia,” ujar Ganda kepada kontan.co.id, Senin (6/4).