Alokasi CPO Fund 30% untuk Biodiesel



JAKARTA. Pungutan dana dari ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) mulai bergulir 1 Juli 2015.

Untuk menghindari tarik menarik kepentingan antara sektor hulu dan hilir dalam industri sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) akan mengalokasikan dana yang dihimpun ini sebesar dua per tiga untuk industri hulu dan sepertiga lagi untuk industri hilir.

Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama BPDP mengatakan industri hulu mendapatkan porsi lebih besar karena faktor peremajaan kebun sawit atau replanting.


Meski begitu, Bayu mengatakan industri hilir juga tetap mendapat perhatian dari pemerintah.

Untuk industri hilir, Bayu mengatakan alokasi dana yang dihimpun BPDP akan digunakan untuk subsidi biodiesel yakni menutup selisih harga jual biodiesel dalam program wajib biodiesel 15% atau B15.

Dana ini penting untuk meningkatkan konsumsi produk CPO di dalam negeri lewat biodiesel. Menurutnya pengaruh subsidi biodiesel ini baru akan terasa jangka panjang sehingga konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) fosil dapat dikurangi dan bisa digantikan dengan Bahan Bakar Nabati (BBN). "Biodiesel tidak terpengaruh dengan perubahan harga minyak dunia.," ujarnya, Selasa (23/6).

Meski sudah membagi sepertiga untuk sektor hilir tapi Bayu mengaku belum mengetahui angka pasti untuk subsidi biodiesel nantinya.

Selain replanting dan subsidi biodiesel setidaknya ada lima program lain yang akan mendapat aliran dana CPO ini, yakni pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, promosi perkebunan kelapa sawit, sarana dan prasarana, serta dana cadangan BPDP.

Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan setuju dengan skema porsi pembagian yang hendak diterapkan BPDP.

Meski demikian, dia memperkirakan ketika kebijakan ini sudah berjalan normal, maka setengah dari dana yang terhimpun BPDP akan tersedot untuk subsidi biodiesel.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemaparan saat rapat sosialisasi BPDP terlihat bahwa subsidi biodiesel yang notabene untuk sektor hilir tak akan mencukupi jika hanya dialokasikan sepertiga dari total dana. "Sejauh ini setuju untuk rencana jangka panjang dengan memberi subsidi biodiesel itu. Tapi kami tunggu besaran CPO dulu,” ungkap Fadhil. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto