Alokasi dana pembebasan tol Becakayu Rp 378 miliar



JAKARTA. Pemerintah mengalokasikan dana pembebasan lahan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) senilai Rp 378 miliar. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly mengatakan, dana tersebut akan dicairkan tahun depan.Sebelum dana itu cair, Gani berharap amendemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) sudah diteken. Dia juga berharap seluruh kelengkapan administrasi dan konsep pelaksanaan proyek telah selesai sebelum PPJT diteken. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto membebarkan pencairan itu dilakukan tahun depan. Dia bilang, sumber dana tersebut akan diambil dari dana khusus pembebasan lahan di pos Direktorat Jenderal Bina Marga senilai Rp 1 triliun. "Salah satu prioritasnya untuk pembebasan lahan Becakayu,” ucap Djoko, Selasa (1/11).PT Kresna Kusuma Dyandra Marga selaku pemegang konsesi ruas tol itu berharap dana dukungan pemerintah tersebut segera direalisasikan. Bahkan, Kepala Divisi Desain dan Operasi PT Kresna Kusuma Dyandra Marga Didik Hari Wilopo mengaku sudah siap meneken amendemen PPJT itu. "Kemungkinan pekan ini atau pekan depan," kata Didik.Dana dukungan pemerintah ini diberikan setelah terjadi peningkatan nilai investasi proyek sebesar Rp 5,7 triliun menjadi Rp 7,15 triliun. Asal tahu saja, proyek pembangunan ruas tol Becakayu dibagi dalam dua tahap. Tahap satu terdiri dari tiga seksi mulai dari Jaka Sampurna (Bekasi Bara) sampai Kampung Melayu dengan jumlah akses keluar masuk sebanyak lima titik. Sedangkan tahap dua terdiri dari tiga seksi yang dimulai dari Jakasampurna (Bekasi Barat) sampai dengan Duren Jaya (Bekasi Timur) sepanjang 10 kilometer dengan akses keluar masuk sebanyak empat lokasi. Besaran tarif tol semula diperkirakan sebesar Rp 8,000 dengan sistem terbuka.Adapun pemegang konsesi ruas tol tersebut yakni PT Kresna Kusuma Dyandra Marga yang merupakan konsorsium lima perusahaan, yaitu PT Tirtobumi Prakarsatama dengan kepemilikan sebesar 44,47%, PT Citra Mandiri Sukses Sejati sebesar 35,26%, dan PT Indadi Utama dengan porsi 16,75%, PT Remaja Bangun Kencana sebesar 2,02%, dan PT Jasa Marga sebesar 1,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Edy Can