KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pamor Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di dana pensiun (dapen) konvensional makin meningkat. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penempatan dapen di SRBI sebesar Rp 10,90 triliun per Juni 2025, pamornya sempat turun ke level Rp 3,29 triliun per akhir 2025. Namun, kembali naik drastis menjadi Rp 17,40 triliun per Juni 2026. Mengenai hal itu, Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) yang merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja dengan Program Iuran Pasti (DPPK PPIP) menilai peningkatan minat dapen dalam menempatan investasi di SRBI didorong sejumlah faktor. Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno menerangkan hal itu dipicu kombinasi antara faktor imbal hasil yang sangat menarik dan tingkat risiko yang terukur. Dia bilang kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate sebesar 100 basis poin (bps) turut mendorong imbal hasil SRBI. Dengan demikian, SRBI menjadi jauh lebih kompetitif dibandingkan instrumen pasar uang konvensional lainnya.
Alokasi Dana Pensiun Konvensional di SRBI Meningkat per Juni 2026, Ini Kata Dapen BCA
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pamor Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di dana pensiun (dapen) konvensional makin meningkat. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penempatan dapen di SRBI sebesar Rp 10,90 triliun per Juni 2025, pamornya sempat turun ke level Rp 3,29 triliun per akhir 2025. Namun, kembali naik drastis menjadi Rp 17,40 triliun per Juni 2026. Mengenai hal itu, Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) yang merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja dengan Program Iuran Pasti (DPPK PPIP) menilai peningkatan minat dapen dalam menempatan investasi di SRBI didorong sejumlah faktor. Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno menerangkan hal itu dipicu kombinasi antara faktor imbal hasil yang sangat menarik dan tingkat risiko yang terukur. Dia bilang kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate sebesar 100 basis poin (bps) turut mendorong imbal hasil SRBI. Dengan demikian, SRBI menjadi jauh lebih kompetitif dibandingkan instrumen pasar uang konvensional lainnya.
TAG: