Alokasi Gas Untuk Domestik Masih Bisa Berubah



JAKARTA. Pemerintah mengisyaratkan alokasi penjualan gas dari Donggi Senoro masih bisa berubah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh mengatakan, penjatahan gas untuk pasar domestik bakal terus disesuaikan mengikuti perkembangan waktu.

Meski masih bisa berubah, Darwin meyakinkan, jatah untuk pasar domestic tidak akan turun. Alokasi 25% - 30% untuk domestik merupakan batasan paling minimum. "Pada prinsipnya lebih banyak buat domestik," ujar Darwin di istana Wakil Presiden, Kamis (24/6).

Darwin menuturkan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan alokasi gas lebih besar untuk domestic karena harus memperhatikan kepentingan investor proyek ini. "Investor jangan sampai rugi tetapi domestik harus didahulukan. Ini yang terus kita pertemukan," ujar ujar menteri asal Partai Demokrat.


Dari jatah untuk pasa dalam negeri, Pemerintah akan memprioritaskan gas untuk Perusahaan Listrik Negara dan pabrik pupuk. Apalagi, menurut Darwin dua dua industri ini masuk dalam kebijakan neraca gas nasional. "Pemerintah menetapkan prioritas untuk kebutuhan energi dan pangan," ujar Darwin.

Sebelumnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri ESDM No. 4186/13/MEM.M/ 2010 tertanggal 17 Juni 2010, pemerintah memutuskan alokasi gas Donggi-Senoro dengan proporsi sedikitnya 25% - 30% untuk domestik. Keputusan ini sudah sesuai dengan arahan dari Wakil Presiden Boediono dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: