Alokasikan Rp 750 miliar, MAPI akan buka 200 gerai



​JAKARTA. Emiten ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membukukan pendapatan kuartal pertama 2017 sebesar Rp 3,62 triliun. Angka ini meningkat 14,20% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 3,16 triliun.

Penjualan eceran memberikan kontribusi paling besar, yakni sebesar Rp 3,28 triliun. Capaian kuartal pertama tahun 2017 tersebut, lebih besar 16,11% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,83 triliun.

Beban pokok penjualan dan beban langsung kuartal 1-2017 sebesar Rp 1,86 triliun. Naik 11,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,66 triliun. Beban pokok penjualan dan beban langsung tersebut membuat laba kotor kuartal 1-2017 menjadi sebesar Rp 1,76 triliun. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar Rp 1,51 triliun.


Dari sisi bottom line, MAPI mencatat laba bersih kuartal 1-2017 yakni sebesar Rp 58,62 miliar. Sementara pada periode sebelumnya, sebesar Rp 15,36 miliar. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 281,57%.

Fetty Kwartati, Head of Corporate Communication MAPI menyatakan untuk menjaga pertumbuhan tersebut, pihaknya akan memperhatikan ekonomi makro. Di antaranya kondisi ekonomi yang terjadi di China, Amerika Serikat, dan Eropa.

"Tahun ini, kami berencana membuka sekitar 200-an toko, termasuk dari brand Inditex seperti Zara, Massimo Duti, dan Pull&Bear; di Vietnam," ujar Fetty kepada KONTAN, Selasa (2/5).

Saat ini, MAPI mengoperasikan 1.898 gerai ritel di 69 kota di Indonesia. Konsep utama yang dikelola di antaranya seperti department store, fashion and lifestyle, sport, food and beverage, dan kids. MAPI juga merambah pasar Vietnam lewat brand Zara.

MAPI masih fokus menggarap pasar tersebut dan belum membidik negara lain. "Belum ada lagi," ujar Fetty saat ditanya rencana ekspansi ke negara lain.

Dia menyatakan segmen bisnis sport, fashion, dan food and beverage (F&B) akan digenjot kencang tahun ini. Segmen bisnis ini dikembangkan sejak MAPI berdiri. Fetty mengatakan saat ini bisnis tersebut masih cukup stabil. "Khusus untuk sport bisa ekspansi ke daerah yang lebih kecil di luar Jakarta, sedangkan untuk fashion ada kesempatan ekspansi ke luar negeri seperti Vietnam," tambahnya.

Sementara itu, segmen bisnis food and beverage juga terbilang baru. Umurnya masih muda dibandingkan dengan segmen bisnis sport dan fashion. Namun, MAPI melihat segmen ini potensial. "Ketiga konsep tersebut bisa menjadi driver yang kuat untuk pertumbuhan kinerja tahun ini," imbuhnya.

Dia menyatakan, hingga kuartal 1-2017, segmen sport dan fashion memberikan kontribusi 69% dari total penjualan. Sementara bisnis F&B berkontribusi 14% dari penjualan.

Untuk menggenjot ekspansi, MAPI menyediakan capex tahun ini sebesar Rp 750 miliar. Angka ini meningkat 15,38% bila dibandingkan dengan capex tahun lalu yang sebesar Rp 650 miliar. "Capex sekitar Rp 750 miliar, dari sumber internal," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto