KONTAN.CO.ID - Alphabet Inc., induk usaha Google, memulai penerbitan obligasi berdenominasi euro pada Senin (2/11/2026). Aksi korporasi ini menjadi ujian bagi minat investor terhadap surat utang perusahaan teknologi, di tengah tekanan pada saham dan obligasi sektor teknologi akibat kekhawatiran terhadap prospek investasi kecerdasan buatan (AI). Mengutip memo dari salah satu bank yang mengatur transaksi tersebut, Alphabet menawarkan obligasi dalam tujuh tranche atau seri dengan tenor berkisar antara dua hingga 19 tahun. Harga penerbitan obligasi tersebut diperkirakan ditetapkan pada Senin.
Baca Juga: Freezer Supermarket di Swedia Mendadak Panas, Diduga Akibat Serangan Siber Penerbitan kali ini menjadi aksi kedua Alphabet di pasar obligasi berdenominasi euro sepanjang 2026. Pada Mei lalu, perusahaan tersebut telah menerbitkan obligasi senilai 9 miliar euro atau setara US$ 10,1 miliar. Sebelumnya, pada Februari 2026, Alphabet juga menerbitkan obligasi berdenominasi pound sterling dengan tenor 100 tahun. Penerbitan tersebut tergolong langka di pasar surat utang korporasi. Langkah Alphabet memasuki pasar obligasi Eropa kembali dilakukan ketika saham dan surat utang perusahaan teknologi menghadapi tekanan. Investor mulai mempertanyakan besarnya kebutuhan pendanaan untuk investasi infrastruktur kecerdasan buatan serta potensi imbal hasil yang dapat dihasilkan dari belanja tersebut. Tekanan tersebut turut tercermin pada indeks Nasdaq yang sarat saham teknologi. Indeks tersebut turun sekitar 5% sepanjang Oktober.
Baca Juga: Manufaktur Zona Euro Tetap Mencetak Pertumbuhan Kendati Tekanan Biaya Menguat Volatilitas pasar dalam beberapa pekan terakhir juga dipicu oleh hasil kinerja kuartalan Alphabet dan Amazon yang dinilai mengecewakan. Kedua perusahaan tersebut merupakan salah satu investor terbesar dalam pembangunan pusat data atau data center. Meski demikian, analis memperkirakan perusahaan teknologi besar akan semakin aktif menerbitkan obligasi di pasar Eropa. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh pendanaan bagi investasi infrastruktur sekaligus memanfaatkan pasar surat utang Eropa yang memiliki likuiditas dan kedalaman pasar cukup besar. Bagi Alphabet, transaksi terbaru ini menandai kembalinya perusahaan ke pasar utang Eropa setelah penerbitan obligasi pada Mei lalu yang terdiri dari enam seri.
Di pasar saham, saham Alphabet tercatat naik sekitar 1,3% dalam perdagangan sebelum pembukaan pasar pada Senin.
Baca Juga: Dolar AS Melemah, Euro Menguat Jelang Pemilu AS dan Keputusan Suku Bunga Namun, saham perusahaan yang tercatat di Amerika Serikat tersebut telah merosot hampir 19% sepanjang Oktober. Penurunan itu menjadi kinerja bulanan terburuk Alphabet yang pernah tercatat. Sementara itu, obligasi Alphabet berdenominasi dolar AS dengan kupon 4,1% dan jatuh tempo pada 2031 relatif tidak banyak berubah pada Senin. Harga obligasi tersebut berada di sekitar 95,43 sen untuk setiap US$ 1 nilai nominal.