Alphabet Siap Gandakan Capex 2026, Dorong Ekspansi AI dan Cloud



KONTAN.CO.ID - Alphabet, induk usaha Google menyatakan bahwa belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan pada 2026 berpotensi melonjak hingga dua kali lipat, seiring agresifnya investasi untuk memperkuat kapasitas komputasi dan mempertahankan posisi dalam persaingan kecerdasan buatan (AI).

Melansir Reuters Kamis (5/2/2026), langkah ini menambah deretan ekspansi belanja besar-besaran oleh perusahaan teknologi raksasa.

Alphabet bersama para pesaingnya di jajaran Big Tech diperkirakan akan menggelontorkan lebih dari US$500 miliar untuk pengembangan AI tahun ini.


Baca Juga: Dolar AS Pulih Kamis (5/2) Pagi, Jelang Keputusan Suku Bunga ECB dan BoE

Pekan lalu, Meta menaikkan belanja modal AI sebesar 73%, sementara Microsoft juga mencatat belanja modal kuartalan tertinggi sepanjang sejarahnya.

Lonjakan belanja ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terkait imbal hasil investasi AI.

Namun, Google justru mampu menunjukkan kemajuan signifikan, tercermin dari saham Alphabet yang melonjak 76% sejak awal 2025.

“Kami melihat investasi AI dan infrastruktur kami mendorong pendapatan dan pertumbuhan di seluruh lini bisnis,” ujar CEO Alphabet Sundar Pichai dalam paparan kinerja kepada analis, Rabu (4/2).

Manajemen Alphabet menjelaskan bahwa investasi pada kapasitas komputasi AI termasuk server, pusat data, dan perangkat jaringan menjadi inti rencana capex perusahaan yang ditargetkan mencapai US$175–185 miliar tahun ini, naik tajam dari US$91,45 miliar pada 2025.

Baca Juga: Air Cambodia Pesan 10 Pesawat Boeing 737 MAX, Hubungan Kamboja - AS Kian Mesra

Angka tersebut jauh di atas ekspektasi rata-rata analis sebesar US$115,26 miliar, menurut data LSEG.

Saham Alphabet sempat bergejolak dalam perdagangan setelah jam bursa, turun hingga 6% sebelum memangkas pelemahan menjadi sekitar 2%, seiring investor menimbang lonjakan belanja terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba yang melampaui ekspektasi pada kuartal Desember.

Bisnis cloud Alphabet mencatat kinerja gemilang, dengan pendapatan kuartal IV melonjak 48% menjadi US$17,7 miliar, melampaui perkiraan analis.

“Kami mengalami keterbatasan pasokan, meskipun kapasitas terus kami tingkatkan,” kata Pichai. “Belanja modal tahun ini jelas diarahkan untuk masa depan.”

Ia menambahkan, keterbatasan kapasitas diperkirakan masih akan berlangsung sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Emirates Lirik A350-2000: Potensi Pesawat Jumbo Baru Mengudara?

Google Kian Mantap sebagai Hyperscaler

Peluncuran model AI Gemini 3 pada November lalu mengubah persepsi pasar terhadap Google yang sebelumnya dinilai tertinggal dalam perlombaan AI.

Respons positif pasar turut mendorong posisi Alphabet, bahkan membuat pesaing seperti OpenAI menetapkan status internal “code red” untuk mempercepat pengembangan produk.

Model Gemini versi enterprise kini telah digunakan oleh 8 juta pengguna berbayar di 2.800 perusahaan, kata Pichai.

Baca Juga: Harga Kedelai: China Siap Borong 20 Juta Ton, Petani AS Untung Besar?

Bulan lalu, Google juga meraih salah satu kesepakatan terbesarnya, yakni kemitraan cloud dengan Apple untuk mendukung layanan AI perusahaan pembuat iPhone tersebut menggunakan model Gemini.

Pertumbuhan bisnis cloud Alphabet bahkan melampaui Microsoft Azure untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, menurut analis Gil Luria dari D.A. Davidson, yang menilai kinerja tersebut menjadi justifikasi utama lonjakan belanja modal.

“Pertumbuhan cloud 48% dengan margin yang terus membaik bukan lagi sekadar janji,” ujar Ethan Feller, analis Zacks Investment Research.

“Google kini telah mengukuhkan diri sebagai hyperscaler sejajar dengan Amazon dan Microsoft, dengan beban kerja AI mendorong permintaan nyata dari kalangan korporasi.”

Alphabet juga mencatat bahwa aplikasi asisten AI Gemini kini memiliki lebih dari 750 juta pengguna bulanan, meningkat sekitar 100 juta sejak November.

Baca Juga: Boeing PHK 300 Pekerja di Rantai Pasok Unit Pertahanan

Sementara itu, jumlah kueri harian di AI Mode fitur pencarian berbasis chatbot telah berlipat ganda sejak diluncurkan.

Gemini turut membantu unit periklanan Google memonetisasi kueri pencarian yang panjang dan kompleks, yang sebelumnya sulit dikonversi menjadi iklan, kata Chief Business Officer Google Philipp Schindler.

Secara keseluruhan, Alphabet membukukan pendapatan US$113,83 miliar pada kuartal tersebut, melampaui estimasi analis sebesar US$111,43 miliar. Laba per saham yang disesuaikan mencapai US$2,82, juga di atas perkiraan pasar US$2,63.

Selanjutnya: Pertamina Resmi Satukan Patra Niaga, KPI, dan PIS dalam Subholding Downstream

Menarik Dibaca: Hindari Kesalahan Meditasi Ini Agar Tak Gagal Fokus, Pemula Wajib Tahu