Altcoin Bersinar Ketika Harga Bitcoin Datar, Ini Rekomendasi Koin Alternatif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah Alternative Coin (Altcoin) menunjukkan performa yang mengesankan di sepanjang tahun ini. Altcoin kian bersinar ketika Bitcoin (BTC) bergerak datar.

Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mencermati, saat ini merupakan momen yang tepat untuk mengakumulasi atau melakukan trading altcoin. Ada istilah Altseason yang menandakan periode ketika aset kripto alternatif atau altcoin mengalami peningkatan nilai dan aktivitas pasar yang signifikan.

“Pasar kripto beroperasi dalam siklus, disaat Bitcoin yang cenderung lesu atau sideways, maka pertanda Altseason akan dimulai,” kata Fyqieh kepada Kontan.co.id, Kamis (17/8).


Ciri khas Altseason adalah pertumbuhan serentak altcoin kapitalisasi pasar menengah, rendah, dan mikro. Kategori-kategori altcoin ini cenderung mengalami kenaikan harga secara bersamaan, mengindikasikan pergeseran sentimen pasar yang luas.

Fyqieh berujar, selama Altseason, kapitalisasi pasar sejumlah altcoin menunjukkan performa luar biasa melawan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) yang secara tradisional dominan. Fenomena ini dapat mengindikasikan lanskap yang berkembang di mana investor mendiversifikasikan portofolio mereka dengan altcoin yang menjanjikan.

Baca Juga: Harga Bitcoin Stagnan, Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) Bisa Jadi Pilihan Bijak

Perlu diingat, Altseason sering bersamaan dengan lonjakan memecoin. Hal tersebut karena dipengaruhi komunitas kripto dan platform media sosial menyebarkan konten yang berkontribusi terhadap munculnya banyak memecoin dan lonjakan pada altcoin lainnya.  Kejadian ini respons dari jenuhnya pasar Bitcoin.

Fyqieh menilai, pergerakan Bitcoin yang sideways, memang memberi harapan bagi altcoin. Banyak transaksi altcoin dan stablecoin mengalami peningkatan dibanding Bitcoin. Artinya banyak trader yang melakukan swing trading dengan sejumlah altcoin yang bergerak lebih volatil, dibanding BTC yang stagnan.

Namun, prospek altcoin ke depan tergantung pada beberapa faktor, altcoin yang memiliki teknologi yang inovatif, unik, dan berkualitas tinggi akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang di pasar kripto. Misalnya, Solana, Avalanche, dan Polygon adalah beberapa altcoin yang menawarkan solusi skalabilitas dan kecepatan transaksi yang lebih baik daripada ethereum.

Altcoin yang mampu beradaptasi dengan tren terbaru, seperti DeFi, NFT, atau metaverse, juga akan memiliki daya tarik lebih tinggi bagi pengguna dan investor. Kemudian, altcoin yang mendapatkan dukungan dari lembaga keuangan, perusahaan, atau pemerintah akan memiliki legitimasi dan kredibilitas lebih tinggi di mata publik misalnya, BNB, USDT, dan Ripple.

Sementara itu, Altcoin yang tunduk pada aturan dan hukum yang berlaku di berbagai negara akan memiliki risiko lebih rendah dari segi keamanan dan legalitas. Misalnya, Cardano dan Polkadot adalah beberapa altcoin yang mengklaim memiliki desain yang sesuai dengan standar regulasi global.

“Secara umum, altcoin yang memiliki faktor-faktor di atas akan memiliki prospek yang lebih cerah ke depan, meskipun harga bitcoin saat ini bergerak sideways. Namun, hal ini tidak menjamin bahwa altcoin tersebut akan selalu naik atau tidak mengalami fluktuasi harga,” tutur Fyqieh.

Fyqieh mencermati, dalam analisis teknikal jangka pendek terdapat sejumlah altcoin yang masih memiliki bahan bakar untuk mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari atau pekan ke depan. Mulai dari Ripple (XRP), Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan Cardano (ADA).

1. Ripple (XRP)

Ripple dibuka pada tahun ini di harga US$ 0,3389 dan mencapai puncak US$ 0,9361, menghasilkan kenaikan sebesar 175,3%. Saat ini diperdagangkan di kisaran US$ 0,6014, XRP telah mencapai Return on Investment (ROI) tahunan sekitar 77,41%.

Meskipun kemungkinan adanya lonjakan harga XRP menjelang akhir tahun, pergerakannya bisa mengalami resistensi di sekitar level $1. Potensi apresiasi harga akan sangat tergantung pada sentimen pasar sepanjang tahun.

2. Solana (SOL)

Solana juga mengalami pertumbuhan luar biasa. SOL membuka tahun di US$ 9,97 dan saat ini diperdagangkan di US$ 23,24 dengan ROI sekitar 134,13%. Lonjakan yang mengesankan ini menyusul penyelesaian insiden FTX yang memungkinkan Solana mendapatkan momentum bullish kembali.

Potensi pertumbuhan Solana diprediksi mencapai US$ 35 pada akhir tahun, meskipun proyeksi ini tergantung pada kondisi pasar Bitcoin. Saat ini, belum ada pembaruan besar untuk Solana tahun ini yang mempengaruhi sentimen investor dan trader.

3. Dogecoin (DOGE)

Dogecoin menunjukkan potensi koreksi. Memulai tahun di harga US$ 0,07041, saat ini Doge diperdagangkan di US$ 0,0673 dengan ROI yang kecil sebesar 0,6% sepanjang tahun ini. Pergerakan Dogecoin dapat diatribusikan pada menurunnya minat terhadap koin meme dan pengaruh yang semakin berkurang dari Elon Musk.

Tidak seperti yang terjadi sebelumnya, saat Elon mencantumkan bio profilnya dengan logo Dogecoin, hal tersebut tidak menghasilkan kenaikan harga yang signifikan. Potensi tingkat resistensi bagi Dogecoin pada akhir tahun adalah US$ 0,1.

4. Cardano (ADA)

Cardano dibuka pada awal tahun di harga US$ 0,2458 dan saat ini diperdagangkan di kisaran US$ 0,2794, sehingga menghasilkan ROI saat ini sebesar 14,66%. Kenaikan ini relatif lebih kecil dibandingkan dengan Bitcoin, Solana, dan Ripple.

Secara teknis, Cardano sedang kembali menuju harga pembukaan tahunnya dan diprediksi akan mencapainya dalam waktu dekat. Namun, ada potensi bagi Cardano untuk mencapai US$ 0,4 pada akhir tahun.

Baca Juga: Harga Altcoin Unjuk Gigi Saat Bitcoin Bergerak Sideways

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat