Alternatif Investasi Staking Kripto untuk Dapat Keuntungan Pasif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alternatif untuk mendapatkan untung di pasar aset kripto memang beragam. Salah satunya, investor bisa memperoleh pendapatan pasif di pasar aset kripto dengan melakukan staking.

Alternatif investasi tersebut memungkinkan investor untuk mendapatkan penghasilan lebih di dunia kripto tanpa harus melakukan trading atau mining. Staking juga cocok dilakukan saat volatilitas atau ketidakpastian di pasar aset kripto tinggi.

Lihat saja, pertumbuhan kinerja aset kripto saat ini stagnan cenderung menurun. Mengutip laman coinmarketcap, harga bitcoin menurun sekitar 18% secara year to date ke US$ 38.277 per btc.


Baca Juga: Sisi Positif Maraknya Aset Kripto, Muncul Lapangan Kerja Baru Talenta Digital

Sentimen negatif datang dari perang geopolitik Rusia dan Ukraina serta kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang membuat ketidakpastian meningkat.

Untungnya di pasar aset kripto terdapat alternatif investasi seperti staking yang memungkinkan investor tetap mendapat untung meski kinerja pasar aset kripto dalam tren turun.

Rieka Handayani VP Corporate Communication Tokocrypto mengatakan staking menjadi pilihan cara investasi yang aman dan cukup menguntungkan di pasar aset kripto di tengah di tengah kondisi pasar sangat volatile.

Bahkan, bagi investor pemula, investasi aset kripto dengan cara staking bisa menjadi pilihan yang bijak. "Staking memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan trading atau mining yang membutuhkan keahlian dan ilmu khusus," kata Rieka, Senin (7/3).

Secara sederhana, staking mirip dengan deposito. Jadi, investor harus mengunci atau menyimpan aset kripto pada jaringan atau platform dan periode tertentu. Selanjutnya, prtokol dari masing-masing koin akan memberikan bunga atau reward atas aset kripto yang investor simpan.

Rieka menjelaskan fitur staking hadir karena saat ini blockchain sudah berkembang dan mengarah pada konsep Proof of Stake (PoS) dan meninggalkan Proof of Work (PoW) seperti bitcoin yang harus ditambang. Staking juga adalah proses partisipasi aktif investor dalam validasi transaksi.

Tokocyrpto sudah menyediakan fitur staking bernama TKO Lock. Jenis koin yang dapat di-staking adalah toko token (TKO). TKO Lock memiliki metode penghitungan dengan konsep prorate yang masing-masing berbeda berdasarkan waktu penyimpanan.

Contohnya, Lock TKO 7 hari untuk setiap 100 TKO  bisa melakukan klaim hadiah harian sebesar 0,04 TKO. Jumlah klaim hadiah akan lebih besar jika waktu penyimpanan semakin lama. Rentang waktu yang dihadirkan antara 7 hari, 30 hari dan 60 hari.

Baca Juga: Harga Bitcoin Jatuh ke Level US$ 37.000, Penurunan Masih Bisa Berlanjut?

TKO yang sudah di-lock atau disimpan tidak bisa ditarik atau ditradingkan. Modal untuk fitur TKO Lock minimal 1 TKO dan maksimal 2.500 TKO.

Sumber keuntungan pasif atau bunga yang didapat dari kegiatan staking berasal dari pengembangan jaringan ekosistem dengan TKO. Aset TKO yang disimpan akan berkontribusi untuk menyelaraskan semua kepentingan dalam menjaga agar jaringan tetap berjalan dan berkembang.

Kemudian, kripto yang distaking bisa membantu melakukan proses verifikasi serta validasi dari setiap transaksi.

Token TKO digunakan untuk pengembangan ekosistem yang ada di Tokocrypto, mulai dari TokoMall, TokoScholars, TokoLabs, TokoCare, T-launchpad dan lainnya. Semua itu akan menggunakan platform yang disupport dengan TKO. Semakin banyak holders TKO akan membuat sistem pengembangan berjalan lancar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto