Aluminium bertahan saat pasar komoditas jatuh



JAKARTA. Harga aluminium mampu bertahan di tengah kejatuhan harga komoditas akibat perlambatan ekonomi global. Meski demikian, harga aluminium sepekan ke depan masih terancam turun.

Mengutip Bloomberg, Rabu (15/6) pukul 14.16 WIB, harga aluminium kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat tipis 0,09% ke level US$ 1.611,5 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir aluminium naik 0,47%.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, pasar komoditas saat ini sedang dilanda kekhawatiran perlambatan ekonomi global.


Kekhawatiran investor semakin besar lantaran Inggris berpotensi keluar dari Uni Eropa. Hal ini menyusul beberapa polling terakhir yang menunjukkan sebagian besar warga Inggris ingin keluar dari Uni Eropa. "Jika terjadi Brexit, maka transaksi di LME akan turut terkena dampaknya," papar Ibrahim.

Harga aluminium bisa bertahan dari tekanan lantaran enam produsen aluminium di China setuju untuk memangkas produksi jika harga jatuh ke angka 11.500 yuan atau US$ 1.743 per metrik.

Di samping itu, data industrial production China bulan Mei yang stabil di level 6% dianggap positif bagi aluminium.

Namun demikian, Ibrahim menduga isu Brexit dapat membebani pergerakan aluminium dalam jangka pendek, apalagi mendekati referendum tanggal 23 Juni mendatang.

Sepekan ke depan, Ibrahim memprediksi aluminium dapat melemah di kisaran US$ 1.589 - US$ 1.670,2 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto