Aluminium catat harga tertinggi sejak September



JAKARTA. Harga aluminium mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak November 2012 di tengah sinyal membaiknya permintaan dari China. Hal tersebut seiring dengan penguatan pada pasar properti negeri tembok raksasa, yang akhirnya mendorong reli lebih lanjut pada komoditas logam industri.

Mengutip Bloomberg, Jumat (22/4) pukul 12.09 waktu Shanghai, harga aluminium kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange menguat tipis 0,003% di level US$ 1.636 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya sekaligus berada di level tertinggi sejak September 2015. Dalam sepekan terakhir, aluminium menanjak 5,2%.

Komoditas logam industri termasuk aluminium reli di tengah spekulasi bahwa pelonggaran kredit dan kebangkitan sektor konstruksi di China akan mendorong permintaan aluminium. Sepanjang tahun ini, aluminium juga mencetak rebound setelah tahun 2015 tergerus hingga 19%. Produsen aluminium termasuk United Co. Rusal dan Alcoa Inc. memperkirakan adanya defisit global.


"Harga rumah bergerak solid dan kami melihat adanya gelombang besar dalam komoditas, semua terlihat kuat," ujar John Browning, Managing Partner di Band Financial Ltd. Hongkong, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (22/4).

Di Shanghai Futures Exchange, aluminium menguat 2,2% ke level 12.675 yuan (US$ 1.955) per metrik ton atau level tertinggi sejak Juli 2015. Setahun terakhir, harganya menguat 16%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto