JAKARTA. Di saat harga berbagai komoditas melandai, aluminium melenting sendiri. Kontrak pengiriman alumunium untuk tiga bulan mendatang, di London Metal Exchange (LME), menguat tipis, 0,7%, menjadi US$ 1.986 per ton, akhir pekan lalu (1/6). Komoditas industri ini tersengat sentimen rencana penutupan tambang Norsk Hydro ASA di Australia. Norsk merupakan produsen aluminium terbesar ketiga di dunia, yang berasal dari Norwegia. Tambang ditutup karena produksi yang melimpah, sedangkan permintaan sedang surut. Outlook ekonomi global yang masih suram, menjadi alasan buramnya proyeksi komoditas industri ini.
Aluminium masih sulit melaju kencang
JAKARTA. Di saat harga berbagai komoditas melandai, aluminium melenting sendiri. Kontrak pengiriman alumunium untuk tiga bulan mendatang, di London Metal Exchange (LME), menguat tipis, 0,7%, menjadi US$ 1.986 per ton, akhir pekan lalu (1/6). Komoditas industri ini tersengat sentimen rencana penutupan tambang Norsk Hydro ASA di Australia. Norsk merupakan produsen aluminium terbesar ketiga di dunia, yang berasal dari Norwegia. Tambang ditutup karena produksi yang melimpah, sedangkan permintaan sedang surut. Outlook ekonomi global yang masih suram, menjadi alasan buramnya proyeksi komoditas industri ini.