ALVA Kantongi Tambahan Pembiayaan US$ 20 Juta dari Standard Chartered



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Produsen sepeda motor listrik ALVA, PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI), resmi mengantongi peningkatan fasilitas pembiayaan perdagangan berkelanjutan (sustainable trade finance) dari Standard Chartered Indonesia sebesar US$ 20 juta atau Rp 358,2 miliar. Kerja sama Standard Chartered dan EMI dimulai pada 2022 melalui penyediaan fasilitas pembiayaan perdagangan berkelanjutan untuk mendukung pengadaan bahan baku dan komponen yang digunakan dalam produksi sepeda motor listrik ALVA. Peningkatan fasilitas sebesar US$ 20 juta memperkuat dukungan Standard Chartered terhadap pengembangan bisnis EMI dan rantai pasok industri kendaraan listrik nasional.

Baca Juga: ICE BSD City Catat 3.300 Event, Pengunjung Tembus 18,9 Juta Orang   CEO Standard Chartered Indonesia, Donny Donosepoetro OBE menyatakan, Dukungan berkelanjutan Standard Chartered kepada EMI mencerminkan dukungan perjalanan transisi Indika Energy secara lebih luas.   “Peningkatan fasilitas pembiayaan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus mendukung pertumbuhan EMI sekaligus pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia,” katanya pada acara penandatanganan kerja sama ALVA dengan Standard Chartered Indonesia, Selasa (20/10/2026). Chief Executive Officer (CEO) ALVA, Purbaja Pantja, menjelaskan bahwa tambahan fasilitas pembiayaan dari Standard Chartered memberikan ruang gerak yang lebih besar bagi perseroan dalam memacu ekspansi bisnis secara berkelanjutan. "Dukungan ini membantu kami menjaga kesinambungan pengadaan bahan baku dan komponen, seiring penguatan kapabilitas manufaktur dan pengembangan produk di Indonesia," ujar Purbaja.

Kinerja penjualan dan produksi sepanjang 2026

Purbaja mengungkapkan, kinerja produksi dan volume penjualan ALVA menunjukkan tren peningkatan secara konsisten sepanjang tahun 2026. "Dengan berjalannya waktu di tahun 2026, peningkatan itu terus terjadi. Jadi Kuartal I dibandingkan Kuartal II ada kenaikan, Kuartal II ke Kuartal III juga ada kenaikan. Kami senang sekali bahwa peningkatan ini bisa terjadi di setiap bulan atau setiap kuartal," ungkap Purbaja. Setelah berhasil membukukan pertumbuhan volume penjualan sekitar 50% pada tahun lalu, ALVA membidik tingkat pertumbuhan penjualan tahun 2026 dapat melampaui capaian tahun sebelumnya.

Perluas charging station dan point of sales


Dalam menghadapi persaingan pasar kendaraan listrik hingga tahun 2027, ALVA memfokuskan strateginya pada perluasan infrastruktur pengisian daya (charging station) serta penambahan jaringan Point of Sales (POS) di berbagai kota. Guna mengatasi kekhawatiran jarak tempuh (range anxiety) pengguna, ALVA memasang target penyediaan lebih dari 1.000 konektor fast charging station hingga akhir tahun 2026. Angka ini meningkat dibanding posisi tahun lalu yang berada di kisaran 160 hingga 180 konektor. "Sampai dengan titik sekarang, jumlah konektornya sekitar 800-an konektor yang banyak dikembangkan di Jawa dan Bali, serta di Medan, Palembang, dan Makassar," kata Purbaja. Fasilitas fast charging gratis ini memungkinkan pengguna motor ALVA melakukan pengisian daya baterai hingga 50% dalam waktu 25 menit, yang memberikan jarak tempuh tambahan sekitar 70 kilometer.

Baca Juga: Lanjutkan Ekspansi, iCar Buka Dealer Baru di Yogyakarta Selain infrastruktur pengisian daya, ALVA juga agresif menambah jaringan POS guna memperluas jangkauan layanan penjualan dan purnajual (after-sales) bagi konsumen di daerah baru. “itu juga menjadi salah satu fokus kami untuk mengembangkan POS atau Point of Sales di lebih banyak kota lagi supaya kota-kota tersebut bisa mendapatkan servis dari segi penjualan dan juga tentunya servis daripada purnajual motor-motor ALVA. Jadi itu yang kami lakukan, kami ingin lakukan ke depannya termasuk juga nanti tahun 2027,” ungkap Purbaja.

Sikap ALVA terkait insentif pemerintah

Mengenai kepastian skema insentif dan subsidi kendaraan listrik dari pemerintah, ALVA menyatakan siap mendukung dan mengikuti seluruh regulasi yang ditetapkan. Purbaja mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai telah memberikan dukungan positif bagi pengembangan industri kendaraan listrik roda dua di Tanah Air. "Kalau mengenai subsidi atau insentif, kami ikut saja. Kami melihat bahwa pemerintah selama ini sudah memberikan support yang baik. Apa pun insentif atau subsidinya kalau ada, kami akan terus support semua kebijakan yang berhubungan dengan insentif atau subsidi untuk kendaraan motor listrik," pungkasnya.

Baca Juga: Produksi Panas Bumi Pertamina Geothermal (PGEO) Tembus 4.114 GWh per September 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News