TOKYO. Bisnis kertas tidak lepas dari isu lingkungan. Sebutlah ketika ada kabut asap, pebisnis kertas yang bahan bakunya berasal dari kayu, otomatis jadi sorotan bahkan sampai produknya diboikot. Di beberapa negara, misalnya Singapura, produk Sinarmas dan Asia Pulp and Paper (APPJ) diboikot. Menurut Tan Ui Sian, Chairman Asia Pulp and Paper Japan (APPJ), hal itu tidak dialaminya di Jepang. "Kami tidak mengalami penurunan permintaan saat itu," kata dia. Pasalnya, mereka sudah mengantungi sertifikat pengelolaan hutan industri. "Pihak Jepang tidak gampang memberikan sertifikasi," ujar Tan. Tahun 2009 misalnya, mereka mengantungi sertfikat Programme for the Endorsemen of Forest Certificate (PEFC). Sertifikat ini diberikan untuk hutan industri yang memasok bahan baku untuk APP, termasuk asal mula kertas yang dijual APPJ.
Sertifikasi jadi cara bertahan bisnis kertas
TOKYO. Bisnis kertas tidak lepas dari isu lingkungan. Sebutlah ketika ada kabut asap, pebisnis kertas yang bahan bakunya berasal dari kayu, otomatis jadi sorotan bahkan sampai produknya diboikot. Di beberapa negara, misalnya Singapura, produk Sinarmas dan Asia Pulp and Paper (APPJ) diboikot. Menurut Tan Ui Sian, Chairman Asia Pulp and Paper Japan (APPJ), hal itu tidak dialaminya di Jepang. "Kami tidak mengalami penurunan permintaan saat itu," kata dia. Pasalnya, mereka sudah mengantungi sertifikat pengelolaan hutan industri. "Pihak Jepang tidak gampang memberikan sertifikasi," ujar Tan. Tahun 2009 misalnya, mereka mengantungi sertfikat Programme for the Endorsemen of Forest Certificate (PEFC). Sertifikat ini diberikan untuk hutan industri yang memasok bahan baku untuk APP, termasuk asal mula kertas yang dijual APPJ.