Amankan Pasokan PLN, PTBA Siap Pasok Batubara Kalori Tinggi Hingga Akhir Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) siap menyuplai tambahan pasokan batubara ke PT PLN (Persero) guna mencegah risiko pemadaman listrik bergilir di sisa tahun ini. 

Anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID ini menegaskan siap memenuhi permintaan tambahan tersebut demi menjaga keandalan energi nasional.

Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno menjelaskan, pemenuhan energi dalam negeri merupakan prioritas utama perseroan dalam menjalankan roda bisnisnya saat ini. 


"Sebagai bagian dari Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertambangan (MIND ID), PTBA berkomitmen untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam menjaga keandalan pasokan energi dalam negeri," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga: Laba BUMN 2025 Melesat, Ada Sektor yang Menjadi Motor Pertumbuhan Baru

Eko mengungkapkan, penambahan pasokan ini sangat krusial bagi kelangsungan aktivitas ekonomi masyarakat di tengah dinamika kebutuhan listrik yang terus meningkat. 

"Bagi kami, pemenuhan kebutuhan energi domestik, khususnya untuk ketenagalistrikan nasional, merupakan prioritas utama demi mendukung roda perekonomian dan aktivitas masyarakat," ungkapnya.

Dari sisi operasional, PTBA memastikan kapasitas produksi dan seluruh rantai pasok batubara dalam kondisi yang optimal untuk menghadapi permintaan mendadak ini. 

"Secara operasional, PTBA senantiasa menjaga performa produksi dan keandalan rantai pasok agar tetap optimal dalam menghadapi dinamika permintaan," jelas Eko.

Di samping itu, Eko menuturkan, pihaknya juga terus memperkuat sinergi dengan kementerian terkait serta penyedia jasa logistik kereta api untuk memastikan pengiriman berjalan tanpa kendala. 

PTBA berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, PLN, serta PT KAI untuk memastikan bahwa setiap penugasan pemenuhan Domestic Market Obligation (DMO), termasuk batubara kalori tinggi (>4.500 kcal/kg), berjalan lancar.

 
PTBA Chart by TradingView

Terkait kekhawatiran penurunan margin profitabilitas akibat berkurangnya jatah ekspor global, Eko menegaskan perusahaan menerapkan strategi bisnis yang terukur dan seimbang.

"Melalui optimalisasi kapasitas produksi, efisiensi operasional di seluruh lini, serta pengelolaan portofolio produk yang adaptif, kami berupaya meminimalkan dampak fluktuasi pasar terhadap margin profitabilitas perusahaan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, guna mengantisipasi terulangnya pemadaman bergilir, PLN mengamankan tambahan pasokan batubara kalori menengah ke atas hingga akhir tahun ini. 

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, penambahan pasokan ini merupakan langkah korektif bersama Kementerian ESDM atas menyusutnya produksi batubara kalori tinggi. Lewat penugasan khusus, PLN mendapat tambahan batubara kalori 4.500 ke atas di luar kontrak yang ada. 

"Ini sebesar 1,8 juta ton on top dari existing supply untuk bulan Juli, dan 3 juta ton per bulan dari bulan Agustus sampai bulan Desember. Sehingga di sini ada penambahan kapasitas daya mampu pasok sebesar 5 GW di atas 35,9 GW, yang tentu saja ini membuat sistem pelistikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal lagi," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Darmawan mengungkapkan, tambahan pasokan ini diklaim mampu mendongkrak keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa secara signifikan setelah sempat mengalami kendala.

Baca Juga: MPXL Incar Kontrak Baru, Kejar Pendapatan Naik 30% dan Kantongi Laba Lagi di 2026

Dia menyebut, pasokan ekstra ini menjadi solusi instan bagi PLN untuk menyelesaikan persoalan pemadaman bergilir yang sempat dikeluhkan oleh masyarakat dan pelaku industri. 

"Ini tentu saja membuat sistem di Jawa ini yang tadinya memang kami mengakui adanya pemadaman bergilir ini sistemnya langsung meningkat menjadi jauh lebih andal," ungkapnya. 

Darmawan menjelaskan, penurunan produksi batubara kalori menengah dan tinggi secara nasional sempat menjadi tantangan bagi pasokan pembangkit. Namun, berkat koordinasi intensif dengan Kementerian ESDM, Dirjen Ketenagalistrikan, serta Dirjen Minerba, kendala penyediaan energi primer ini akhirnya berhasil terkoreksi melalui mekanisme penugasan kontrak baru.

"Kami memberikan apresiasi luar biasa karena untuk bulan Juli ini alokasi penugasan dan kontrak yang sudah kami tindak lanjuti berjalan dengan baik kemudian diikuti juga dengan penugasan untuk bulan Agustus, September, Oktober, November, sampai bulan Desember," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News