KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sempat berupaya menahan laju pengembalian pajak atau restitusi di tahun 2025. Purbaya mengatakan bahwa dirinya hanya mampu menahan pencairan restitusi pajak senilai kurang lebih Rp 7 triliun. Sementara restitusi yang sudah dicairkan mencapai Rp 361,15 triliun. Melihat besarnya angka tersebut, ia memutuskan untuk menghentikan sisa restitusi yang masih dalam proses.
"Hampir semua sudah keluar tinggal Rp 6 triliun-Rp 7 triliun yang belum dieksekusi," ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR, Rabu (4/2/2026) lalu.
Baca Juga: Prabowo: NU Pilar Persatuan Bangsa Sejak Kemerdekaan hingga Kini Menurut Purbaya, ruang untuk menyelamatkan penerimaan negara dari sisi restitusi pada tahun lalu memang terbatas, mengingat mayoritas dana sudah terlanjur dicairkan. Namun ia mengaku heran dengan kecepatan pencairan restitusi dalam beberapa bulan tertentu. "Saya gak bisa menyelamatkan terlalu banyak tahun lalu dari proses restitusi. Cuma saya agak heran kenapa sekian bulan cepat-cepat banget kayanya ngabisinnya. Jadi ada yang aneh pasti di situ" katanya. Purbaya juga menyoroti dugaan praktik tidak wajar dalam pengajuan restitusi pajak. Ia menilai, dalam beberapa kasus, produsen diduga menaikkan
cost of goods sold (COGS) secara berlebihan sehingga margin terlihat kecil, meski sebenarnya perusahaan masih mencatat keuntungan besar. "Kadang-kadang produsen menaikkan COGS-nya terlalu tinggi sehingga marginnya kecil sekali, padahal diininya (didalamnya) untungnya besar,” ujarnya. Ke depan, Purbaya memastikan akan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap mekanisme restitusi pajak.
Baca Juga: Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji, RI Akan Punya Kampung Haji di Makkah Ia menilai selama ini proses restitusi cenderung berjalan otomatis dan terlalu mudah, tanpa pengawasan yang memadai dari otoritas pajak.
"Nanti syaa akan investigasi, kita akan lihat strategi restitusi yang baik seperti apa karena selama ini katanya seperti otomatis, gak ada kontrol dari pajak untuk mengecek atau saya pikir terlalu mudah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News