Amar Bank Berkomitmen Jaga NPL di Kisaran 1% Sepanjang Tahun 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Amar Indonesia (Amar Bank) menegaskan akan menjaga rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) tetap berada di level bawah selama tahun 2026. Amar Bank menyebut NPL akan terjaga seiring dengan pencadangan yang semakin optimal.

Sebagai salah satu bank digital, Amar Bank berkomitmen akan memberi pelayanan kredit yang lebih efisien dan terjaga dibandingkan oleh bank konvensional. Adapun ini dibuktikan melalui NPL Amar Bank yang berada di kisaran rendah.

Head of Finance Amar Bank, Yosua Sullivan menyebut rata-rata NPL Amar Bank pada tahun 2025 lalu terus terjaga di kisaran angka 1%. Ia memproyeksikan angka tersebut akan terjaga di sepanjang tahun ini.


Baca Juga: Amar Bank Masih Pertahankan Bunga Deposito Meski Suku Bunga Acuan Sudah Turun

"Dalam mengelola NPL, penting juga untuk memastikan membuat pencadangan selalu cukup. Itu juga kenapa NPL kita selalu rendah, sekarang di sekitar 1 persen," kata Yosua dalam acara diskusi Digital Banking & Economic Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Selain menjaga pencadangan selalu cukup, Amar Bank juga menjaga hubungan dengan nasabah penerima kreditnya agar dapat memitigasi potensi kredit macet. Amar Bank juga melakukan verifikasi karakter pelaku usaha sebelum memberikan pinjaman.

Adapun Amar Bank saat ini lebih memfokuskan penyaluran kreditnya dalam sektor UMKM. Senior Vice President Amar Bank Josua Sloane menyebut, Amar Bank memiliki kelebihan tersendiri dalam menyalurkan kredit UMKM bila dibandingkan dengan bank konvensional.

Baca Juga: Amar Bank Kembangkan Layanan Pembayaran Digital dengan MRT Jakarta

Josua mengatakan para pelaku UMKM yang ingin menerima kredit dari Amar Bank tidak akan direpotkan dengan administrasi yang rumit. Adapun Josua juga memastikan bunga kredit Amar Bank selalu relatif lebih rendah dari bank pada umumnya.

"Perbankan digital itu mampu membuat inovasi-inovasi teknologi perbankan supaya melayani masyarakat lebih baik dari non-digital. Bagaimana menggunakan kredit skoring yg lebih baik, sehingga bisa menjangkau market yang lebih luas," kata Josua dalam acara yang sama, Selasa (10/3/2026).

Josua memastikan, dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan bertumbuhnya total transaksi digital di masyarakat, bank digital memiliki peluang besar untuk bertumbuh dan meningkatkan pelayanannya.

Baca Juga: OJK Bakal Hapus KBMI 1, Amar Bank Fokus Perkuat Fundamental Bisnis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News