Amar Bank Masih Pertahankan Bunga Deposito Meski Suku Bunga Acuan Sudah Turun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) masih mempertahankan tingkat bunga deposito di tengah tren penurunan suku bunga acuan BI Rate juga bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan nasabah serta prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan bisnis bank.

SVP Finance Amar Bank, David Wirawan, mengatakan bahwa hingga saat ini perseroan belum menurunkan bunga deposito meski LPS telah beberapa kali memangkas tingkat bunga penjaminannya sepanjang tahun lalu. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan mendukung perencanaan keuangan nasabah secara bertanggung jawab, khususnya bagi nasabah yang memanfaatkan deposito sebagai instrumen penempatan dana dan investasi.

“Ke depan, kami terus memantau tingkat bunga penjaminan LPS sebagai salah satu indikator dalam mengevaluasi kebijakan suku bunga, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan bisnis,” ujar David kepada Kontan.co.id.


Baca Juga: OJK Bakal Hapus KBMI 1, Amar Bank Fokus Perkuat Fundamental Bisnis

Amar Bank saat ini menawarkan bunga deposito pada level yang dinilai kompetitif di industri perbankan. Perseroan juga menekankan pentingnya transparansi kepada nasabah terkait ketentuan dan batas penjaminan LPS agar nasabah dapat mengambil keputusan yang tepat dan terinformasi.

Jika dilihat dari laman resminya, Bank Amar menetapkan bunga deposito di rentang 5,75% hingga 9% per tahun. Dengan rincian, bunga 5,75% per tahun untuk tenor 1 bulan, 6% per tahun dengan tenor 3 bulan, dan bunga 6,25% per tahun untuk tenor 6 bulan.

Kemudian, perseroan menawarkan bunga 7% per tahun dengan tenor 12 bulan, bunga 7,5% per tahun dengan tenor 18 bulan, bunga 8% per tahun dengan tenor 24 bulan, serta bunga tertinggi 9% per tahun berlaku untuk tenor 36 bulan. 

Dari sisi penghimpunan dana, kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) Amar Bank menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Per akhir Desember 2025, DPK Amar Bank tumbuh 163,95% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah sekaligus efektivitas strategi penghimpunan dana yang dijalankan perseroan.

Baca Juga: Amar Bank Kembangkan Layanan Pembayaran Digital dengan MRT Jakarta

“Ke depan, kami menargetkan pertumbuhan simpanan yang sehat dengan struktur pendanaan yang seimbang serta likuiditas yang kuat,” jelas David.

Untuk mendukung pertumbuhan simpanan deposito, Amar Bank mengandalkan strategi berbasis layanan perbankan digital yang solutif dan berorientasi pada kebutuhan nasabah. Perseroan terus mengembangkan inovasi berbasis masukan nasabah guna mendukung perencanaan dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab di era ekonomi digital.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan berbagai fitur dan layanan dalam satu platform, mulai dari produk perlindungan aset seperti Brankas, hingga akses pinjaman digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan pendekatan ini, nasabah diharapkan dapat menabung secara lebih konsisten sekaligus memiliki fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain itu, Amar Bank juga mengoptimalkan berbagai kanal distribusi dan segmen bisnis untuk memperluas basis pendanaan, termasuk melalui Amar Bank Digital, Tunaiku, embedded banking, Amar Bank Bisnis, layanan corporate & commercial seperti payroll, serta jaringan kantor cabang.

Di sisi lain, penguatan pengalaman nasabah dan literasi keuangan terus dilakukan melalui berbagai kampanye, salah satunya #AmandenganAmar, guna membangun kepercayaan sebagai fondasi utama penghimpunan dana masyarakat.

Baca Juga: Komposisi Saham Amar Bank Bergeser, SBI Holdings Masuk 5,63% Gantikan Investree

Selanjutnya: Medco Energi (MEDC) Incar Kenaikan Kinerja pada 2026, Begini Prospek Sahamnya

Menarik Dibaca: Bitcoin cs Tiarap karena Sikap The Fed, Investor Disarankan Lakukan Ini!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News