Amartha Buka Peluang Akuisisi Fintech Lain, Ini Kriteria Utamanya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) turut angkat bicara mengenai peluang mengakuisisi fintech lending lain.

Founder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan pihaknya akan melihat kebutuhan yang ada terlebih dahulu. Dia bilang salah satunya adalah melihat segmen produk yang belum dimiliki Amartha sehingga bisa saling melengkapi.

"Kami menyesuaikan dengan value dan bisa saling melengkapi baik dari sisi segmen dan produk yang Amartha belum ada. Jadi, kami lihat opportunity yang ada seperti apa," ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).


Baca Juga: Fintech Amartha Cetak Laba Dalam Beberapa Tahun Terakhir, Begini Strategi Tahun 2026

Sembari melihat peluang yang ada, Andi mengatakan Amartha akan tetap mendukung fintech lending lain makin berkembang dan bertumbuh ke depannya. 

Sebagai pengingat pada awal 2025, Amartha sudah mengakuisisi perusahaan pembiayaan PT Bosowa Multi Finance yang berubah nama menjadi PT Amartha Warbler Finance. Izin perubahan nama seiring akuisisi tersebut diberikan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan nomor KEP-7/PL.02/2025 per 20 Februari 2025.

Mengenai tujuannya, VP Public Relations Amartha Harumi Supit sempat menerangkan akuisisi multifinance tersebut merupakan salah satu strategi bisnis Amartha.

"Khususnya, dalam memperluas cakupan bisnis dengan tetap mempertahankan fokus pada pelayanan pelanggan," ungkapnya kepada Kontan.

Baca Juga: Amartha Sebut Sudah Sediakan Asuransi Kredit Dalam Beberapa Tahun Terakhir

Adapun alamat kantor pusat Amartha Warbler Finance tersebut terletak di Jalan TB. Simatupang Kav. 18, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Mengenai kinerja, Amartha telah menyalurkan pembiayaan produktif berupa modal kerja sebesar Rp 13,2 triliun kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di 50.000 desa di seluruh Indonesia pada 2025. Secara rinci, penyaluran pembiayaan perusahaan pada 2025 mengalami pertumbuhan dobel digit. Adapun Non Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 4,39%.

“Pertumbuhan Amartha pada tahun lalu tumbuh dobel digit secara Year on Year (YoY) atau lebih dari 20%, sedangkan secara NPF terjaga di sekitar 4%,” ujarnya.

Sementara itu, sejak berdiri pada 2010 hingga akhir 2025, Amartha telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 37 triliun. Pembiayaan itu disalurkan kepada 3,7 juta pelaku UMKM di pedesaan. Adapun 60% portofolio pembiayaan disalurkan di luar Pulau Jawa. 

Selanjutnya: Strategi Bunga Tinggi Krom Bank Dongkrak Pertumbuhan DPK Hingga 176%

Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News