Amartha dorong perempuan pengusaha mikro bertransformasi digital



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai fintech lending yang fokus pada pemberdayaan perempuan yang menjadi pelaku usaha mikro, Amartha berkomitmen untuk fokus memberdayakan satu juta mitranya untuk melakukan transformasi secara digital pada tahun 2021-2022. Namun, akses terhadap informasi dan teknologi yang kurang menjadi hambatan dalam transformasi tersebut.

Chief Risk and Sustainibility Officer Amartha, Aria Widyanto bilang hambatan perempuan khususnya perempuan pelaku usaha mikro dalam partisipasi ekonomi dipengaruhi oleh banyak aspek, salah satunya kurangnya adopsi digital dalam kehidupan sehari-hari. 

Oleh karena itu, Amartha tidak hanya melakukan penyaluran modal usaha, tetap juga memberikan pendampingan serta edukasi literasi keuangan dan digital yang rutin di seluruh wilayah cakupan Amartha.


Baca Juga: ShopeePay dan KAI Services hadirkan pembayaran QRIS dalam kereta api

Menurut Aria, di era digital seperti ini perlu dipastikan bahwa literasi keuangan dan literasi digital perlu berjalan beriringan. Selain itu, intervensi untuk mendorong adopsi digital juga dinilai perlu dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan baru di era digital.

"Solusi Amartha untuk memitigasi timbulnya kesenjangan ini adalah dengan adanya petugas lapangan atau business partner Amartha yang berfungsi sebagai edukator sekaligus pendamping para mitra untuk meningkatkan literasi keuangan dan digitalnya. Peran business partner ini sangat penting untuk transformasi digital di desa yang akan menciptakan akselerasi pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan bagi perempuan di pedesaan,” Jelas Aria dalam keterangan resminya, Jumat (2/7).

Asal tahu saja, berdasarkan Laporan Akuntabilitas Sosial Amartha tahun 2019, Amartha telah berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi mitra sebesar 94,3%. Tak hanya itu, 97,7% dari mitra Amartha dapat menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi setelah bergabung menjadi mitra.

Selanjutnya: Hanya 50% dari perbankan yang penuhi kredit UMKM 20%, BI bakal rilis aturan aru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi