Amartha Jaga Rasio Kredit Macet Tetap di Bawah 5% pada Awal 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 16 penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) dengan tingkat risiko kredit macet secara agregat di atas 5% per Maret 2026.

PT Amartha Financial Group atau Amartha mengungkapkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) di perusahaan masih terjaga di bawah 5% sepanjang awal tahun 2026.

"Pada awal tahun 2026, Amartha mencatatkan kualitas kredit yang tetap sehat," ujar VP Public Relation Amartha, Harumi Supit kepada Kontan, Senin (11/5/2026).


Baca Juga: Potensi Masuk KBMI IV, Bank Mega Pastikan Pacu Pertumbuhan Kinerja

Jika dibandingkan, rasio kredit bermasalah Amartha juga terjaga di bawah 5% pada tahun 2025 dengan nilai sebesar 4,39%.

Lebih lanjut, Harumi turut mengungkapkan sejumlah langkah strategis yang ditempuh perusahaan untuk menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat.

Salah satunya adalah dengan memperketat kriteria penyaluran pembiayaan. Selain itu, perusahaan juga terus berupaya mengelola dan memantau kualitas portofolio secara berkelanjutan.

Selain memastikan kualitas pembiayaan tetap sehat, strategi tersebut diterapkan guna menjaga rasio kredit tetap stabil.

Sebagai informasi, OJK juga mencatat tingkat rasio kredit macet atau Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) industri per Maret 2026 meningkat 4,52% secara tahunan, dibanding posisi pada Maret 2025 yang sebesar 2,77%.

Baca Juga: Pembiayaan Multiguna Dominasi Penyaluran Pembiayaan Baru Industri Multifinance

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News