Amartha Sebut Porsi Pendanaan Lender Institusi Lebih Besar Dibandingkan Retail



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menyebut porsi pendanaan dari lender institusi lebih besar dibandingkan retail. Chief Funding Officer Amartha Julie Fauzie menerangkan saat ini, porsi pendanaan dari lender institusi berada sekitar 70%. 

"Sementara itu, retail-nya sekitar 30%. Diharapkan retail terus naik. Jadi, makin banyak yang berpartisipasi," ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (10/2).

Julie menerangkan pihaknya akan terus berupaya mengajak lender retail untuk menyalurkan pendanaannya di Amartha guna mendukung sektro ultra mikro, sehingga pendanaan mereka bisa berdampak terhadap pelaku usaha, termasuk yang berada di pedesaan. 


Dia bilang sebenarnya pertumbuhan ekonomi daerah itu potensinya besar, sehingga diharapkan makin besar pendanaan yang diperoleh bisa mendukung pelaku ultra mikro. Untuk pendanaan di Amartha, Julie menyampaikan lender retail bisa menyalurkan dana paling kecil sebesar Rp 1 juta. 

Baca Juga: Koreksi IHSG di Akhir Januari 2026, Kinerja Unitlink Saham Masih Naik Tipis

Untuk borrower, Julie mengatakan sejauh ini jumlahnya cukup seimbang di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Meskipun demikian, dia tak memungkiri bahwa pihaknya akan terus meningkatkan penyaluran ke luar Pulau Jawa karena permintaan segmen ultra mikro yang berada di pedesaan juga masih besar. Selain itu, pangsa pasar di luar Pulau Jawa juga terbilang masih sangat terbuka dan berbeda dengan Pulau Jawa.

"Kalau di Jawa, tentu sudah lebih crowded dan akses finansialnya juga jauh lebih banyak. Kalau makin ke luar Pulau Jawa, makin ada opportunity. Ditambah, kami juga pengin melakukan pemerataan pembiayaan," tuturnya.

Meskipun demikian, Julie mengatakan pihaknya melihat Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa sama-sama prospektif untuk disalurkan pembiayaan ke depannya. Dengan demikian, porsinya bisa terus meningkat seimbang baik di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa.

Hingga akhir 2025, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp 37 triliun modal usaha kepada 3,7 juta UMKM perempuan di lebih dari 50.000 desa. Adapun sebanyak 53% borrower Amartha berasal dari sektor perdagangan, lalu 22% dari sektor pertanian, 9% peternakan, 6% jasa, serta 7% industri rumah tangga dan sektor lainnya. 

Berdasarkan situs resmi perusahaan, Amartha mencatatkan Tingkat Keberhasilan Bayar atau TKB90 sebesar 95,61%. 

Selanjutnya: Koreksi IHSG di Akhir Januari 2026, Kinerja Unitlink Saham Masih Naik Tipis

Menarik Dibaca: Desain XOS 16 Infinix: Visual Premium & Performa Ngebut, Siap Saingi HP Flagship

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News