Amartha Terapkan AI dan Tenaga Lapangan untuk Mitigasi Risiko Kredit P2P Lending



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Fintech peer-to-peer (P2P) lending PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menerapkan berbagai strategi untuk memitigasi risiko kredit macet.

VP Public Relations Amartha Harumi Supit mengatakan, pihaknya mengombinasikan pendekatan digital dan pemantauan langsung di lapangan.

Baca Juga: Asuransi Properti Diproyeksi Jadi Penyumbang Premi Utama Industri Asuransi Umum 2026


“Penerapan tata kelola perusahaan yang prudent melalui mitigasi risiko mengolaborasikan machine learning dengan pendekatan lebih dari 10.000 tenaga lapangan,” ujar Harumi kepada Kontan.co.id, Minggu (11/1/2026).

Selain itu, Amartha juga menerapkan credit scoring berbasis Artificial Intelligence (AI). Sistem ini menyesuaikan karakteristik borrower Amartha, yakni segmen UMKM yang dijalankan perempuan di pedesaan.

Sejak 2010, Amartha berkomitmen melayani pengusaha akar rumput, membangun ekosistem lengkap, dan memperkuat generasi masa depan.

Baca Juga: Sumber Pendanaan Fintech Lending Masih Didominasi Perbankan per November 2025

Hingga kini, Amartha telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp 35 triliun kepada lebih dari 3,3 juta UMKM di lebih dari 50.000 desa.

Berdasarkan data resmi perusahaan, Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB90) Amartha mencapai 95,61% per 11 Januari 2026.

Selanjutnya: Haji 2026: Kemenhaj RI Perbanyak Petugas Perempuan dan Linjam TNI/Polri

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/1) Jabodetabek, Hujan Lebat di Daerah Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News