KONTAN.CO.ID - Amazon dikabarkan tengah bernegosiasi untuk mengakuisisi startup kecerdasan buatan (AI) Decart dengan nilai transaksi sekitar US$ 7 miliar. Jika terealisasi, akuisisi ini berpotensi memperkuat posisi Amazon dalam persaingan teknologi AI. Mengutip
Reuters, Senin (12/10/2026), laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada Minggu (11/10) menyebutkan, pembicaraan akuisisi tersebut mengacu pada informasi dari sejumlah sumber yang mengetahui persoalan itu.
Baca Juga: China Gelar Latihan Militer Sepanjang Pekan, Taiwan Tingkatkan Pemantauan Kesepakatan berpotensi tercapai dalam waktu dekat apabila negosiasi berjalan lancar dan tidak muncul calon pembeli lain. Namun, pembicaraan tersebut masih dapat gagal sebelum mencapai kesepakatan final. Decart mengembangkan sejumlah teknologi AI, termasuk Lucy, model yang didukung Nvidia dan mampu menyunting video secara langsung atau
real time. Informasi di situs perusahaan juga menyebutkan Decart mengembangkan Oasis, model yang menghasilkan lingkungan simulasi untuk melatih dan menguji sistem robotika serta kendaraan otonom. Nilai akuisisi yang tengah dibicarakan tersebut lebih tinggi dibandingkan valuasi Decart pada Mei lalu. Mengutip data PitchBook, WSJ melaporkan bahwa Decart saat itu memiliki valuasi hampir US$ 4 miliar.
Baca Juga: Won Korea Selatan Tembus Level Tertinggi 2 Tahun Senin (12/10), Rupiah Menguat Tipis Pada Mei, Decart juga mengumumkan pendanaan sebesar US$ 300 juta dalam putaran investasi yang dipimpin Radical Ventures. Nvidia turut berpartisipasi sebagai investor baru. Amazon menolak memberikan komentar di luar jam kerja regulernya, sedangkan Decart belum menanggapi permintaan komentar. Rencana akuisisi Amazon ini muncul setelah Anthropic memutuskan tidak melanjutkan penjajakan pembelian Decart.
Bloomberg News sebelumnya melaporkan bahwa Anthropic telah mempertimbangkan transaksi senilai US$ 6 miliar pada Agustus, tetapi membatalkan rencana tersebut pada bulan lalu setelah melakukan uji tuntas atau
due diligence. Jika terealisasi, transaksi Amazon akan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses perusahaan terhadap teknologi AI, khususnya pengolahan video secara langsung dan simulasi untuk pengembangan robotika serta kendaraan otonom. Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Amazon maupun Decart mengenai kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Biaya Pengiriman Minyak AS ke China Turun dari Rekor Tertinggi