Amazon mulai melakukan pengujian varian Covid-19 pada karyawannya di Inggris



KONTAN.CO.ID - LONDON. Amazon mulai melakukan pengujian pada karyawannya di Inggris untuk varian virus corona. Nantinya, perusahaan akan  memberikan data tersebut kepada pejabat kesehatan masyarakat, termasuk data tes karyawannya yang berada di titik-titik tempat pertama kali varian virus yang ditemukan di India itu menyebar dengan cepat. 

Seperti diketahui, raksasa ritel itu membuka laboratorium pengujian COVID-19 di Inggris dan Amerika Serikat tahun lalu untuk menyediakan pengujian sukarela bagi staf Saat ini, laboratorium tersebut juga dapat menguji varian di Inggris, di mana para ilmuwan telah mempelopori pengurutan genom virus corona. 

Dibantu oleh peluncuran vaksin yang cepat, Inggris sejatinya berada di ambang pembukaan kembali ekonominya setelah berbulan-bulan dikunci. Hanya saja, varian Delta yang pertama kali ditemukan di India telah menyebar, termasuk di daerah-daerah di mana Amazon memiliki labnya dan beberapa pusat pemenuhan. 


Direktur Laboratorium Diagnostik Amazon di Inggris, Luke Meredith, bilang perusahaan terbuka untuk menawarkan layanan yang sama di Amerika Serikat dan tidak menutup kemungkinan membuat program pengujiannya tersedia untuk publik Inggris di masa depan. 

Baca Juga: Prancis akan melakukan vaksinasi Covid-19 untuk remaja mulai 15 Juni

"Sangat penting bagi kami untuk mengakui fakta bahwa varian dapat menularkan dengan cara yang berbeda, mereka memiliki respons yang berbeda terhadap vaksin, mereka mungkin memiliki dampak yang berbeda pada kesehatan manusia," kata Meredith seperti dikutip dari Reuters, Kamis (3/7).

Hingga saat ini, pandemi virus corona telah menewaskan 3,7 juta orang, memaksa pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk memikirkan kembali cara orang bekerja, bepergian, dan bersosialisasi. Beberapa studi awal menunjukkan varian Delta menyebar lebih mudah. 

Pengujian Amazon saat ini tersedia untuk sekitar 30.000 karyawan garis depan di Inggris, yang bekerja di gudang dan logistik. Laboratorium Inggris telah memproses lebih dari 900.000 tes sejak dibuka pada bulan September, termasuk dari situsnya di Eropa. 

Meredith juga mengatakan bahwa Departemen Kesehatan Masyarakat Inggris sangat ingin menerima data tambahan untuk membantu melacak penyebaran varian. Ia juga menyebutkan bahwa terlalu dini untuk mengatakan apakah fasilitas pengujian tersebut tersedia untuk masyarakat umum di Inggris.

"Saya tidak berpikir kami dapat mengesampingkan apa pun pada saat ini, itu adalah keputusan yang harus dibuat, tetapi untuk saat ini kami hanya ingin fokus pada staf kami," pungkasnya.

Selanjutnya: Inggris mencari vaksin AstraZeneca ekstra untuk memerangi varian beta Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .