Ambil keuntungan, BOLT naik harga



JAKARTA. PT Internux, penyedia layanan internet fourth generation atau 4G dengan merek BOLT akan mengerek harga jual dalam waktu dekat. Perusahaan itu berdalih kenaikan harga demi mengantongi untung yang belum pernah dikempit selama berbisnis.

Chief Marketing Officer Internux Liryawati berujar: aksi kenaikan harga bukan keputusan mendadak. Sebelumnya, manajemen perusahaa Internux pernah mengumumkan akan mengubah skema kuota data sesuai rencana bisnis keuangan perusahaannya kepada konsumen. 

"Sekarang saatnya untuk normalisasi karena kami sudah umumkan tentang mengubah rencana bisnis data saat pelanggan pertama kami telah mencapai satu juta pelanggan," kata Liryawati kepada KONTAN, Senin (13/10).


Namun, Internux tak mau blakblakan perihal target keuntungan yang ingin didapat pasca menaikkan harga itu. Perusahaan yang merupakan bagian dari Grup Lippo itu juga tak menyebutkan detail, persentase kenaikan harga, yang perusahaan itu sebut sebagai harga normal.

Liryawati hanya memberikan satu contoh gambaran harga Rp 25.000 dengan kapasitas kuota data 2 gigabyte (GB) sebulan. Nah, nanti harga Rp 25.000 itu akan mendapatkan kuota data 2,5 GB tapi dengan perincian kuota utama 1 GB berlaku sebulan dan kuota bonus 1,5 GB berlaku seminggu. Kuota bonus akan berlaku terlebih dahulu, barulah disusul kuota utama.

Meski mengatrol harga, Internux meyakini pelanggan tak akan kabur. Dengan alasan, perusahaan itu mengimbangi diri dengan meningkatkan kualitas jaringan 4G long-term evolution (LTE) miliknya. 

Salah satu caranya dengan memperbanyak menara base transceiver station (BTS). Perusahaan itu bermimpi memiliki sebanyak 3.600 BTS di wilayah Jabodetabek hingga akhir tahun 2014 ini. Hingga saat ini, Internux sudah memiliki 2.544 BTS.

Selain itu, Internux juga akan menambah cakupan wilayah dengan menanam BTS dari Cikarang hingga ke Banten Utara. Perusahaan itu akan membangun 200 BTS di Banten. Harapan lebih jauhnya, perusahaan itu ingin mendekap tiga juta pelanggan pada 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anastasia Lilin Yuliantina