Ambil keuntungan dari pelemahan kurs rupiah



JAKARTA. Bayang pelemahan nilai tukar rupiah bisa dimanfaatkan investor untuk melirik mata uang utama dunia lainnya demi meraup keuntungan di akhir tahun. Prospek ekonomi ke depannya bisa jadi pertimbangan investor sebelum memilih menukarkan rupiahnya ke mata uang lain.

Suluh Adil Wicaksono, Analis PT Cerdas Indonesia Berjangka menjelaskan sebenarnya jika ingin mencari keuntungan maka segeralah tukar ke dollar AS. Prospek kenaikan suku bunga The Fed Desember 2016 yang sudah di depan mata menjadi pendongkrak nilai dollar AS di penutupan tahun 2016. Kans pelemahan nilai tukar rupiah pun masih besar.

Mengutip Bloomberg, Rabu (23/11) posisi rupiah tergerus 0,34% di level Rp 13.490 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Namun sejak awal kuartal empat 2016 ini pelemahan rupiah terhitung signifikan yakni sebesar 3,43%.


Walau sejak akhir tahun rupiah tetap berhasil mendulang penguatan 2,16%. “Arahnya tetap masih bisa untung walau kita tukar sekarang kursnya terhitung tinggi,” kata Suluh.

Ia sendiri menduga dengan prospek kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps dan perekonomian Indonesia yang stabil hingga akhir 2016 maka potensi pergerakan rupiah.

Pada dasarnya semua mata uang akan bergerak dengan dollar AS dan langkah The Fed selanjutnya sebagai titik tengah. Keputusan bank-bank sentral dunia akan bergantung pada prospek ekonomi The Fed juga.

Sementara kalau mau mempertimbangkan mata uang lainnya, Suluh berpegangan pada euro. Menurutnya di tengah ketidakpastian kelanjutan dari proses Brexit dan tekanan kenaikan suku bunga The Fed, euro akan menjadi mata uang bergerak stabil dan dicari di kawasan Eropa.

“Ekonominya pun bergerak stabil ke arah positif tanpa indikasi akan ada pelonggaran moneter lanjutan dalam waktu dekat,” tutur Suluh.

Saat ini posisi rupiah di hadapan euro terkikis 0,17% di level Rp 14.322 per euro. Namun sejak akhir kuartal tiga 2016 nilai rupiah sudah mendulang penguatan 1,80% dengan catatan sejak akhir tahun melonjak 4,90%. Meski keuntungannya diprediksi tidak akan terlampau besar tapi euro cukup menarik.

Dengan catatan, Mario Draghi, Gubernur European Central Bank memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan kebijakan moneternya hingga paling tidak penutupan tahun nanti.

“Kan masa depan poundsterling masih diragukan, di kawasan Eropa jelas orang akan berburu euro, jadi walau kecil peluangnya unggul atas rupiah tetap ada,” duga Suluh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto