JAKARTA. Inilah mimpi besar baru Merukh Enterprises, kerajaan bisnis milik pengusaha Jusuf Merukh, berencana membangun pabrik pengolah bijih besi di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Lewat anak usahanya, PT Merukh Iron & Steel, Merukh mengklaim akan membangun dua pabrik pengolahan bijih besi lengkap dengan infrastruktur pendukungnya di Sumba. Merukh mengklaim akan menggandeng Paul Wurth SA dan SMS Siemag AG. Pekan lalu kabarnya mereka telah menandatangani kerja sama proyek pabrik. "Dua pabrik pengolahan bijih besi itu masing-masing berkapasitas 2x3,5 juta ton per tahun," kata Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) Merukh Enterprises Rudy Merukh, akhir pekan lalu. Total investasi untuk pembangunan dua pabrik itu mencapai € 35 miliar atau sekitar Rp 425 triliun (€ 1= Rp 12.147). Perinciannya, € 25 miliar biaya pembangunan pabrik, dan sisanya modal pembangunan infrastruktur.
Ambisi Merukh Enterprises di bisnis bijih besi di NTT
JAKARTA. Inilah mimpi besar baru Merukh Enterprises, kerajaan bisnis milik pengusaha Jusuf Merukh, berencana membangun pabrik pengolah bijih besi di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Lewat anak usahanya, PT Merukh Iron & Steel, Merukh mengklaim akan membangun dua pabrik pengolahan bijih besi lengkap dengan infrastruktur pendukungnya di Sumba. Merukh mengklaim akan menggandeng Paul Wurth SA dan SMS Siemag AG. Pekan lalu kabarnya mereka telah menandatangani kerja sama proyek pabrik. "Dua pabrik pengolahan bijih besi itu masing-masing berkapasitas 2x3,5 juta ton per tahun," kata Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) Merukh Enterprises Rudy Merukh, akhir pekan lalu. Total investasi untuk pembangunan dua pabrik itu mencapai € 35 miliar atau sekitar Rp 425 triliun (€ 1= Rp 12.147). Perinciannya, € 25 miliar biaya pembangunan pabrik, dan sisanya modal pembangunan infrastruktur.