KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) Mansuetus Darto menilai ambisi Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai penentu harga sawit dunia masih belum realistis. Menurut Darto, Indonesia saat ini belum memiliki ekosistem perdagangan global yang memadai untuk menentukan harga crude palm oil (CPO) dunia. Meski Indonesia merupakan produsen sawit terbesar dunia, posisi tersebut dinilai belum cukup untuk menguasai mekanisme penetapan harga global. Darto menjelaskan, selama ini Indonesia masih berperan sebagai producer power yang fokus pada produksi dan ekspansi lahan sawit. Sementara itu, infrastruktur perdagangan, sistem keuangan, hingga ekosistem pasar dinilai belum siap untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat penentuan harga komoditas internasional.
Ambisi RI Jadi Penentu Harga Sawit Dunia Belum Realistis
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) Mansuetus Darto menilai ambisi Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai penentu harga sawit dunia masih belum realistis. Menurut Darto, Indonesia saat ini belum memiliki ekosistem perdagangan global yang memadai untuk menentukan harga crude palm oil (CPO) dunia. Meski Indonesia merupakan produsen sawit terbesar dunia, posisi tersebut dinilai belum cukup untuk menguasai mekanisme penetapan harga global. Darto menjelaskan, selama ini Indonesia masih berperan sebagai producer power yang fokus pada produksi dan ekspansi lahan sawit. Sementara itu, infrastruktur perdagangan, sistem keuangan, hingga ekosistem pasar dinilai belum siap untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat penentuan harga komoditas internasional.
TAG: