AMDATARA Prediksi Penjualan AMDK pada Kuartal II Meningkat, Cuaca Jadi Pemicu Utama



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) mengungkapkan bahwa tren penjualan Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) akan mengalami peningkatan pada masa Kuartal II tahun 2026.

Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo mengatakan bahwa tren penjualan AMDK pada Kuartal II-2026 diprediksi akan meningkat sekitar 5-6%. Hal itu diprediksi karena melihat tren penjualan pada tahun sebelumnya.

"Menuju Kuartal II 2026 (April–Juni), tren penjualan AMDK kemungkinan stabil hingga meningkat dengan pertumbuhan positif sekitar 5%–6% secara tahunan," ujar Karyanto Wibowo kepada Kontan, Rabu (26/3/2026).


Baca Juga: Pengusaha Air Minum Sebut Tren Penjualan AMDK Alami Penurunan Pasca Lebaran

Karyanto menjelaskan bahwa prediksi peningkatan tren penjualan AMDK pada Kuartal II nanti, karena faktor cuaca.

"Faktor pendukung utama adalah cuaca yang semakin panas akibat El Nino yang diprediksi mendominasi musim kemarau dari April hingga Oktober 2026, sehingga mendorong konsumsi air minum lebih tinggi, ditambah konsumsi domestik yang masih solid serta posisi AMDK sebagai barang kebutuhan esensial," ucap dia.

Meski begitu, AMDATARA tetap waspada dengan kondisi perang di Timur Tengah (Timteng) yang masih memanas. Menurutnya, konflik geopolitik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran perlu bisa jadi pemicu industri AMDK tertekan.

Baca Juga: Penjualan AMDK Naik 20% Selama Lebaran, Ini Wilayah yang Topang Pertumbuhan

"Beberapa risiko perlu diwaspadai karena berpotensi menekan industri AMDK antara lain,  konflik Iran-US yang menyebabkan lonjakan harga komoditas plastik (bahan kemasan PET, PP, HDPE) dan bahan bakar akibat gangguan pasokan minyak global melalui Selat Hormuz," kata Karyanto.

Pun, penerapan penghematan BBM melalui skema Work From Home (WFH) dari pemerintah juga menjadi salah satu tekanan untuk industri AMDK.

"Serta kemungkinan penerapan penghematan BBM melalui skema WFH (Work From Home) bagi ASN, swasta dan sektor publik pasca-Lebaran, yang dapat mengurangi konsumsi AMDK “on the go” (botol kecil) karena berkurangnya mobilitas masyarakat," tandasnya.

Baca Juga: AMDATARA:Peningkatan Penjualan AMDK Ramadan-Lebaran Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: