Amerika Serikat Berhasil Menjejakkan Kaki ke Bulan Lagi Setelah 50 Tahun



KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) akhirnya kembali mendaratkan pesawat ruang angkasa ke bulan. Ini pertama kali dalam 50 terakhir. Sebelumnya, AS menjejakkan kaki ke bulan pada 1972 melalui pesawat ruang angkasa bernama Apollo 11. Berbeda dengan perjalanan sebelumnya, di misi kali ini, NASA menggandeng Intuitive Machines sebagai mitra operasional. Perusahaan swasta ini diberi proyek bernama Commercial Lunar Payload Services senilai US$ 118 juta.

Setelah 50 tahun, Amerika Serikat (AS) kembali menjejakkan kaki di bulan. Misi ini dikerjakan perusahaan swasta bernama Intuitive Machines, yang menjadi mitra dari NASA. Pada misi kali ini, Intuitive Machine menerbangkan pesawat ruang angkasa tanpa awak bernama Odysseus. 

Pesawat ruang angkasa ini meninggalkan bumi pada 15 Februari lalu dan mendarat di bulan pada 22 Februari pukul 17.30 waktu AS. Odysseus diperkirakan akan beroperasi selama tujuh hari atau tujuh kali terbenamnya matahari di permukaan bulan, sehingga akan kembali pada bulan depan.


Baca Juga: Wahana NASA Temukan Sedimen Danau Prasejarah di Planet Mars

CTO Intuitive Machines Tim Crain mengatakan, Odysseus tiba di permukaan bulan dan terus mengirimkan transmisi ke bumi. "Peralatan kami ada di permukaan bulan dan kami sedang melakukan transmisi. Jadi selamat kepada tim Intuitive Machines (IM)," ujar dia seperti dikutip Reuters. Dia menambahkan jika Odysseus telah mengirimkan data secara tegas. Sebelumnya, sinyal yang dikirim Odysseus memang lemah. 

Thomas Zurbuchen, Mantan Kepala Sains NASA, yang mengawasi pembuatan program pendaratan di bulan, memperkirakan pesawat ruang angkasa tersebut mendarat di dinding kawah atau benda lain yang menghalangi atau menabrak antenanya. 

Intuitive Machines mengirimkan enam instrumen ke bulan termasuk kamera stereo. Melalui proyek yang bernama Commercial Lunar Payload Services (CLPS) ini, NASA membayar US$ 118 juta. 

Tujuan dari penerbangan secara komersial ini adalah misi ilmiah dan demonstrasi teknologi NASA. NASA juga akan fokus pada interaksi cuaca luar angkasa dengan permukaan bulan, astronomi radio dan aspek lain. 

Baca Juga: NASA Temukan Sedimen Danau Kuno di Planet Mars

Selain itu, NASA juga menguji coba navigasi Doppler Lidar, sinar laser untuk mengukur kecepatan dan arah pesawat ruang angkasa. Ada juga teknologi sektor swasta, Columbia Sportswear. Perusahaan ini mengembangkan bahan isolasi khusus untuk melindungi Odysseus dari suhu ekstrim bulan.

Penerbangan kali ini juga diharapkan menghasilkan proyek lanjutan untuk mendaratkan pesawat berawak, Artemis, pada akhir 2026. Jadi ini bagian dari eksplorasi bulan jangka panjang, yang selanjutnya akan menjadi batu loncatan untuk penerbangan manusia ke Mars.

Karena itu, inisiatif ini berfokus pada kutub selatan bulan. Alasannya, diduga terdapat banyak air beku di sana yang dapat digunakan untuk mendukung kehidupan dan produksi bahan bakar. 

Sampai sekarang, selain AS, hanya empat negara yang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasa ke bulan. Mereka ialah Uni Soviet, China, India dan Jepang. Namun, hanya AS yang berhasil mengirimkan manusia ke bulan dan mengembalikan dalam keadaan hidup ke bumi.

Baca Juga: How a Chinese Rocket Failure Boosted Elon Musk's SpaceX in Indonesia

Editor: Avanty Nurdiana