Amerika Serikat Menikmati Panen Ekspor Batubara ke UE Setelah Sanksi Ekspor ke Rusia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Amerika Serikat menikmati lonjakan ekspor batubara ke Eropa dengan kenaikan volume ekspor hingga 22%. 

Menurut laporan Badan Informasi Energi (EIA) AS pada Kamis (2/11) menyebutkan batubara Amerika Serikat menggantikan pasokan energi dari Rusia khususnya batubara, dalam 12 bulan terakhir, setelah Uni Eropa memberlakukan sanksi kepada Rusia sejak Agustus 2022. 

Peningkatan ekspor batubara AS ke Eropa hampir secara eksklusif menjadi penyebab kenaikan total ekspor batubara AS sebesar 5,7 juta short ton (MMst) antara Agustus 2022 dan Juli 2023. 


Kenaikan ini dibandingkan dengan periode yang sama sebelum sanksi diberlakukan.

Menurut EIA sebagai pemasok batubara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) acatu steam coal yang berbiaya lebih tinggi di pasar batubara global, Amerika Serikat berada pada posisi untuk mengalihkan ekspor batubara PLTU ke Eropa.

EIA mencatat lonjakan 51% dalam pengiriman batubara steam coal dari AS ke Eropa antara bulan Agustus 2022 hingga Juli 2023, jika dibandingkan dengan periode 12 bulan sebelumnya.

“Batubara untuk PLTU dari AS memiliki kualitas yang sebanding dengan yang diproduksi oleh Rusia, sehingga menjadikannya sebagai pengganti alami. Sebab baik AS maupun Rusia, memiliki batubara bitumen berkualitas premium dengan nilai kalor tinggi.

Amerika Serikat, bersama dengan negara-negara lain yang memasok batubara seperti Afrika Selatan dan Kolombia, mengisi kesenjangan pasokan batubara di pasar Eropa. 

Ekspor batubara AS ini sekaligus meningkatkan ekspor ke Asia dan Amerika Selatan, namun mengalami penurunan di Afrika, Australia, Oseania, dan Amerika Utara.

Editor: Syamsul Azhar