Amman Mineral (AMMN) Cetak Laba US$ 880 Juta hingga September, Berbalik dari Rugi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja hingga kuartal III-202, seiring dengan kenaikan kinerja operasional. 

Per September 2026, AMMN meraup penjualan bersih sebesar US$ 3,23 miliar. Ini tumbuh 494% secara tahunan dari US$ 545 juta. 

Dari sisi bottom line, AMMN mencatatkan laba bersih sebesar US$ 880 juta di Januari–September 2026. Ini berbalik dari rugi bersih US$ 175 juta pada periode yang sama di 2025. 


Baca Juga: Euro Ditutup Turun ke US$ 1,12 di Akhir Oktober 2026, Dekat Level Terendah Setahun

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026,  produksi konsentrat tembaga AMMN mencapai 580.713 metrik ton kering, dengan kandungan sekitar 332 juta pon tembaga dan 541.337 ons emas. 

Lalu, penjualan konsentrat tembaga sebesar 120.079 metrik ton kering berdasarkan izin ekspor sementara yang berlaku hingga April 2026, dengan kandungan 73 juta pon tembaga dan 119.307 ons emas. 

Kemudian produksi katoda tembaga AMMN mencapai 102.783 ton atau setara dengan 227 juta pon, dengan volume penjualan sebesar 98.324 ton atau setara dengan 217 juta pon. 

Produksi emas murni mencapai 296.897 ons di periode Januari–September 2026. Adapun volume penjualan emas murni AMMN mencapai 175.296 ons di periode yang sama. 

Direktur Utama Amman Arief Sidarto menyampaikan dengan kinerja operasional yang menunjukkan perkembangan positif, fokus AMMN saat ini menjaga operasi yang stabil.  

“Meskipun dinamika geopolitik menyebabkan kenaikan biaya energi, kami tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang tembaga dan emas,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (30/10). 

Arief bilang AMMN punya fondasi yang solid berkat operasi smelter yang stabil,ramp-up di pabrik konsentrator baru yang terus berjalan, serta neraca keuangan yang semakin kuat. 

Direktur Keuangan Amman Anthony Mathias menambahkan pihaknya punya arus kas yang kuat sehingga memungkinkan AMMN untuk terus menurunkan tingkat utang. 

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp 18.300 Per Dolar AS Sepekan ke Depan

Dengan demikian, utang bersih AMMN berkurang 13% menjadi US$ 4 miliar dan rasio utang bersih terhadap EBITDA AMMN membaik menjadi 1,9 kali per September 2026. “Ini mencerminkan kemajuan yang telah kami capai dalam memperkuat profitabilitas sekaligus posisi keuangan Amman serta memberikan fondasi yang solid,” kata Anthony. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News