KONTAN.CO.ID-JAKARTA. ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,3%, dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,0% dalam laporan Juli 2026. Kenaikan proyeksi tersebut tercantum dalam ASEAN+3 Regional Economic Outlook (AREO) Update Oktober 2026yang dirilis AMRO pada 5 Oktober 2026. AMRO juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 menjadi 5,2%, dari sebelumnya 5,1%.
Berdasarkan tabel proyeksi AMRO, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 5,1%. Angka tersebut kemudian diproyeksikan sebesar 5,0% untuk 2026 dan 5,1% untuk 2027 dalam AREO Juli 2026.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI Dalam pembaruan Oktober, proyeksi tersebut direvisi menjadi masing-masing 5,3% pada 2026 dan 5,2% pada 2027. Proyeksi Indonesia tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN yang diperkirakan mencapai 4,9% pada 2026 dan 4,8% pada 2027.
Konsumsi dan investasi jadi penopang Dalam laporan Oktober, AMRO menyebut pertumbuhan ASEAN+3 pada semester I 2026 tetap solid meskipun menghadapi guncangan energi dari konflik di Timur Tengah. Pertumbuhan kawasan ditopang oleh ekspor dan investasi terkait kecerdasan buatan atau AI serta konsumsi yang relatif resilien. Untuk kawasan ASEAN secara keseluruhan, AMRO memperkirakan pertumbuhan 2026 mencapai 4,9%, didukung oleh penguatan belanja sektor swasta. Sementara itu, peningkatan investasi terkait AI dan ekspor menjadi salah satu faktor penting yang menopang prospek ekonomi kawasan. "Ekspor dan investasi terkait AI akan menopang pertumbuhan kawasan meskipun tekanan dari biaya energi masih berlanjut," tulis AMRO dalam laporannya, Senin (5/10).
Baca Juga: Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Lebih sederhana dan Dialogis Meski demikian, AMRO tetap melihat sejumlah risiko terhadap prospek ekonomi kawasan. Pertumbuhan sangat sensitif terhadap perkembangan permintaan global terkait AI. Pelemahan permintaan tersebut dapat menekan ekspor dan investasi di kawasan. Risiko lainnya berasal dari gangguan energi di Timur Tengah, tekanan harga pangan akibat El Nino, volatilitas pasar keuangan, serta kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis.
Inflasi Indonesia ikut direvisi Di sisi lain, kenaikan proyeksi pertumbuhan tersebut dibarengi dengan revisi proyeksi inflasi Indonesia. AMRO memperkirakan inflasi Indonesia pada 2026 sebesar 3,4%, tidak berubah dari proyeksi Juli.
Namun, proyeksi inflasi 2027 dinaikkan menjadi 3,2%, dari sebelumnya 3,0%.
Baca Juga: Cadangan Devisa September 2026 Diproyeksi Stabil, Tapi Tertekan Intervensi Rupiah Kenaikan proyeksi inflasi tersebut sejalan dengan risiko meningkatnya tekanan harga pangan dan energi di kawasan. AMRO memperkirakan inflasi ASEAN mencapai 3,4% pada 2027, lebih tinggi dibandingkan 3,1% dalam proyeksi sebelumnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News