JAKARTA. Munculnya sejumlah isu teror yang mengancam keamanan nasional jelang eksekusi terpidana mati bom Bali ternyata berdampak pada kunjungan wisatawan ke Pulau Bali. Hal tersebut disampaikan Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik saat berbincang-bincang dengan wartawan di Kantor Presiden, Jumat (7/11). Meskipun begitu, rata-rata kedatangan wisatawan asing bulan ini di Bali masih lebih besar dibanding tahun sebelumnya. "Kedatangan wisatawan di Bali pada bulan November mencapai 6.000 orang per hari, normalnya hanya 4.500 orang," paparnya.Menbudpar mengungkapkan menjelang eksekusi terpidana mati bom Bali, Amrozi, Ali Ghufron dan Imam Samudera, sejumlah cafe di Bali sepi pengunjung. Para wisatawan takut tragedi bom Bali kembali terulang. "Saya dapat laporan Paddys Cafe seminggu ini sepi," katanya. Cafe itu merupakan salah satu lokasi yang di bom oleh Amrozi dan kawan-kawannya. Terkait krisis finansial yang terjadi di dunia, Menbudpar mengungkapkan hal tersebut tidak berpengaruh pada pariwisata Indonesia. Justru hal tersebut menguntungkan bagi bisnis pariwisata di tanah air. Ia menjelaskan banyak para pengusaha di luar negeri yang pelesir ke Indonesia untuk melepaskan penat dari krisis finansial. "Banyak orang-orang kaya dari luar negeri yang datang, mereka tegang dan stress karena krisis global, karena itu mereka piknik ke sini," katanya.Menbudpar juga kembali menyatakan optimis target kunjungan wisatawan tahun ini mencapai 7 juta dan bisa mendatangkan devisa Rp 65 Triliun. Bulan Juni, jumlah wisatawan tercatat 3,5 juta. Sementara bulan September mencapai 4,6 juta.Tahun 2007 jumlah wisatawan mencapai 5,5 juta dan merupakan rekor nasional pencapaian jumlah wisatawan. "Kalau tahun ini lebih dari 5,5 berarti pecah lagi rekornya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Amrozi Dieksekusi, Bali Sepi
Jumat, 07 November 2008 15:40 WIB
Oleh: Yohan Rubiyantoro | Editor: