Anabatic optimis kejar pendapatan Rp 4,2 triliun



JAKARTA. PT Anabatic Technologies Tbk masih sangat optimis bisa mengejar target Rp 4,2 triliun tahun ini. Meskipun industri perbankan masih lesu karena terkedala meningkatnya kredit macet, tapi perseroan masih memiliki potensi pasar di sektor ini yang bisa digarap.

Anabatic selama ini lebih banyak melayani penjualan produk IT ke sektor perbankan. Handojo Sutjipto, Direktur Utama Anabatik mengatakan masih potensi pasar perusahaan masih besar karena karena adanya perpindahan sistem pelaporan sistem informasi debitur (SID) dari Bank Indonesia ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"OJK minta sistem pelaporan baru. Ini jadi pasar kita dan kita sudah memenangkan beberapa tender dari bank-bank besar," katanya pada kONTAN, Rabu (2/11).


Selain itu, strategi lain yang dilakukan perusahaan untuk mengejar target pendapatan tahun ini adalah dengan meluncurkan produk-produk baru untuk lini bisnis value added distribution. Sementara di segmen sistem integrasi, perusahaan terus mendorong pengembangan produk OSL yakni produk yang dikembangkan sendir dan memiliki hak lisensinya.

Selama ini Anabatic memang fokus menyesar bank-bank besar, namun ke depan perusahaan ini juga akan menyasar bank-bank sedang untuk kebutuhan subscription.

Sementara bisnis kerjasama perusahaan dengan Alibaba masih belum memberikan kontribusi besar kepada perusahaan. Kolaborasi tersebut dilakukan dengan menggandeng asosiasi dalam menyosialisasikan layanan kepada usaha mikro kecil menangah (UMKM) lewat platform digital Emporiatrade.com.

Platform tersebut bertujuan menjangkau dan mendampingi UMKM bisa semakin profesional sehingga mereka bisa mendapatkan akses terkait bisnis ekspor impor. Menurut Handojo saat ini UKM yang sudah dijaring emporiatrade.com masih kecil, namun hingga akhir tahun ditargetkan bisa mencapai 200 perusahaan.

Namun ke depan kontribusi bisnis tersebut ke perusahaan diharapkan akan semakin besar. Dalam tiga tahun ke depan, mereka menargetkan bisa membidik 10.000 UMKM bergabung di Emporiatrade.

Tahun depan, Anabatic juga optimis bisa mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik seiring gencarnya pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur yang selanjutnya akan mendorong pertumbuhan bisnis perbankan. Hanya saja ATIC belum memasang target tahun depan.

Selain menyasra pasar perbankan, anabatic juga sudah mulai fokus menyasar sektor Asuransi dan Multifinance. Saat ini mereka sudah memiliki beberap klien dari sektor asuransi sendagn sektor multifinance diperkirakan baru akan dapat klien tahun depan.

Ke depan, Anabatic akan memperbesar pengembangan OSL mengingat kebutuhan diigitalisasi yang semakin besar. Lalu, pengembangan bisnis Cyber Security juga akan terus didorong. Menurut Handojo, kebutuhan untuk keamanan cyber saat ini sangat besra karena serangan cyber semakin marak di tengah pertumbuhan teknologi mobile.

Untuk terus tumbuh, Anabatic jugha terus menjajaki kerjasama dengan investor. Hanya saja, mereka belum bisa menceritakan lebih detail terkait penjajakan-penjakan tersebut.

Disamping itu, perusahaan juga ingin memperkuat bisnis di luar negeri. Saat ini mereka tengah menkaji untuk membuka kantor cabang di Vietnam. Saat ini perusahaan tercatat sudah ekpansi ke tiga negara yakni Filipina, Malaysia dan India.

Kuartal III 2016, Anabatic masih mencetak pertumbuhan kinerja. Pendapatannya tumbuh 30% yoy menjadi Rp 2,7 triliun dan laba bersihnya naik 9% menjadi Rp 10,2 miliar. Menurut Hanjono, kontribusi pendapatan mereka masih lebih didominasi segmen Value added Distribution. Lalu diikuti oleh Sistem Integration, Business Proces Outsourcing ddan IT Outsourcing.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia